{"id":62595,"date":"2013-09-17T11:00:04","date_gmt":"2013-09-17T04:00:04","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/2013\/09\/aman-pasca-perpres-redd-ada-4-hal-yang-perlu-dicermati\/"},"modified":"2024-01-13T02:15:56","modified_gmt":"2024-01-12T19:15:56","slug":"aman-pasca-perpres-redd-ada-4-hal-yang-perlu-dicermati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/2013\/09\/aman-pasca-perpres-redd-ada-4-hal-yang-perlu-dicermati\/","title":{"rendered":"AMAN: &#8220;Pasca Perpres REDD ada 4 Hal yang Perlu Dicermati&#8221;"},"content":{"rendered":"<p><b>Jakarta, Ekuatorial \u2013<\/b> Berbagai tanggapan muncul pasca keluarnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 62 Tahun 2013 tentang Badan Pengelola Penurunan Gas Emisi Rumah Kaca dari Deforestasi, Degradasi Hutan dan Lahan Gambut atau REDD+. Badan ini dianggap tidak bergigi dan hanya sebagai macan kertas karena hanya memiliki fungsi koordinasi, sinkronisasi dan lain-lain. Namun, sebagian mengatakan  Perpres itu juga mengatur tentang wewenang pengelolaan.<\/p>\n<p>Kepala UKP4 Kuntoro Mangkusubroto menyarankan kepada masyarakat agar mengawasi saja dulu perkembangan Badan yang baru ini, dan membiarkannya bekerja. <\/p>\n<p>Abdon Nababan Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) mengatakan, bahwa Perpres ini bersifat multifungsi dan masih memerlukan penjelasan apa yang dimaksud dengan koordinasi, apa yang dimaksud dengan sinkronisasi, dan apa yang dimaksud dengan pengelolaan.\u00a0 Selanjutnya, di dalam Perpres ini juga tidak secara khusus mengatakan bahwa hal-hal yang menghambat penyelenggaraan REDD diberikan kewenangan mutlak. \u201d Jadi, penegasan-penegasan ini yang tidak ada di dalam Perpres Badan REDD+,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Abdon menambahkan, bila berkaitan dengan pengelolaan hutan maka tugas Badan REDD+ sangat berat karena harus membebaskan hutan dari berbagai konflik yang ada saat ini. &#8220;Kalau ternyata tidak ada lahan yang bebas dari konflik, artinya tidak ada yang bisa dikelola,&#8221; katanya.  Padahal menurut Abdon, persoalan hutan tumpang tindih antara hak hutan negara dengan hutan adat belum jelas,  izin-izin juga tumpang tindih. <\/p>\n<p>Dia juga mempertanyakan,  dapatkah Badan REDD+ ini jika di suatu kawasan dinyatakan cocok untuk REDD+ maka dengan kekuasaan yang diberikan olehPerpres, lalu mencabut seluruh izin-izin yang menghambat penyelenggaraan REDD+  di kawasan itu.  \u201cTentu sulit,  karena tidak disebutkan di dalam Perpres itu,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Menurut Abdon, sulit membayangkan jika Badan REDD+ tidak memiliki kewenangan mencabut berbagai perizinan yang tumpang tindih di dalam kawasan yang direncanakan sebagai lokasi proyek REDD+. <\/p>\n<p>Terkait sosok kepala Badan REDD+, Abdon setuju bahwa posisinya sangat penting  dan harus dicari calon kepala Badan REDD+ yang kuat.\u00a0 Namun, saat ditanyakan siapa kira-kira yang pantas untuk memimpin Badan REDD ini,\u00a0 Abdon Nababan mengelak untuk menjawabnya. Dia hanya mengatakan yang jelas figur ini harus memiliki kapasitas dan kapabilitas serta integritas untuk memimpin.<\/p>\n<p>Ia juga menjelaskan beberapa isu penting terkait tugas Badan REDD+ nanti, yaitu  figur kepala Badan, pemanfaatan  instrumen yang telah ada pada Badan Informasi Geospasial (BIG), strategi nasional REDD yang harus menjadi standar minimum dalam penyelenggaraan REDD+,  dan one map policy.  <strong>Wishnu<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, Ekuatorial \u2013 Berbagai tanggapan muncul pasca keluarnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 62 Tahun 2013 tentang Badan Pengelola Penurunan Gas Emisi Rumah Kaca dari Deforestasi, Degradasi Hutan dan Lahan Gambut atau REDD+. Badan ini dianggap tidak bergigi dan hanya sebagai macan kertas karena hanya memiliki fungsi koordinasi, sinkronisasi dan lain-lain. Namun, sebagian mengatakan Perpres itu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":65138,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[4053,4003,3996,4113],"tags":[],"partner":[],"coauthors":[3926],"class_list":["post-62595","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-forests","category-kalimantan-en","category-papua-en","category-sumatera-en"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v27.4 (Yoast SEO v27.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>AMAN: &quot;Pasca Perpres REDD ada 4 Hal yang Perlu Dicermati&quot;<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Jakarta, Ekuatorial \u2013 Berbagai tanggapan muncul pasca keluarnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 62 Tahun 2013 tentang Badan Pengelola Penurunan Gas\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/2013\/09\/aman-pasca-perpres-redd-ada-4-hal-yang-perlu-dicermati\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"AMAN: &quot;Pasca Perpres REDD ada 4 Hal yang Perlu Dicermati&quot;\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jakarta, Ekuatorial \u2013 Berbagai tanggapan muncul pasca keluarnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 62 Tahun 2013 tentang Badan Pengelola Penurunan Gas\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/2013\/09\/aman-pasca-perpres-redd-ada-4-hal-yang-perlu-dicermati\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Ekuatorial\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/Ekuatorial\/\" \/>\n<meta property=\"article:author\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/florence.armein\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2013-09-17T04:00:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-01-12T19:15:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2013\/09\/hutan.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"300\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"199\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Florence Armein\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@Mad_Firenze\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ekuatorialmap\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Florence Armein\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"NewsArticle\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/2013\\\/09\\\/aman-pasca-perpres-redd-ada-4-hal-yang-perlu-dicermati\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/2013\\\/09\\\/aman-pasca-perpres-redd-ada-4-hal-yang-perlu-dicermati\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Florence Armein\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/031e286c00f0aedb80e8e4dfc92399ce\"},\"headline\":\"AMAN: &#8220;Pasca Perpres REDD ada 4 Hal yang Perlu Dicermati&#8221;\",\"datePublished\":\"2013-09-17T04:00:04+00:00\",\"dateModified\":\"2024-01-12T19:15:56+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/2013\\\/09\\\/aman-pasca-perpres-redd-ada-4-hal-yang-perlu-dicermati\\\/\"},\"wordCount\":372,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/2013\\\/09\\\/aman-pasca-perpres-redd-ada-4-hal-yang-perlu-dicermati\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/i0.wp.com\\\/www.ekuatorial.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/09\\\/hutan.jpg?fit=300%2C199&ssl=1\",\"articleSection\":[\"Forests\",\"Kalimantan\",\"Papua\",\"Sumatera\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/2013\\\/09\\\/aman-pasca-perpres-redd-ada-4-hal-yang-perlu-dicermati\\\/#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2013\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/2013\\\/09\\\/aman-pasca-perpres-redd-ada-4-hal-yang-perlu-dicermati\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/2013\\\/09\\\/aman-pasca-perpres-redd-ada-4-hal-yang-perlu-dicermati\\\/\",\"name\":\"AMAN: \\\"Pasca Perpres REDD ada 4 Hal yang Perlu Dicermati\\\"\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/2013\\\/09\\\/aman-pasca-perpres-redd-ada-4-hal-yang-perlu-dicermati\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/2013\\\/09\\\/aman-pasca-perpres-redd-ada-4-hal-yang-perlu-dicermati\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/i0.wp.com\\\/www.ekuatorial.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/09\\\/hutan.jpg?fit=300%2C199&ssl=1\",\"datePublished\":\"2013-09-17T04:00:04+00:00\",\"dateModified\":\"2024-01-12T19:15:56+00:00\",\"description\":\"Jakarta, Ekuatorial \u2013 Berbagai tanggapan muncul pasca keluarnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 62 Tahun 2013 tentang Badan Pengelola Penurunan Gas\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/2013\\\/09\\\/aman-pasca-perpres-redd-ada-4-hal-yang-perlu-dicermati\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/2013\\\/09\\\/aman-pasca-perpres-redd-ada-4-hal-yang-perlu-dicermati\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/2013\\\/09\\\/aman-pasca-perpres-redd-ada-4-hal-yang-perlu-dicermati\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/i0.wp.com\\\/www.ekuatorial.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/09\\\/hutan.jpg?fit=300%2C199&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/i0.wp.com\\\/www.ekuatorial.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/09\\\/hutan.jpg?fit=300%2C199&ssl=1\",\"width\":300,\"height\":199},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/2013\\\/09\\\/aman-pasca-perpres-redd-ada-4-hal-yang-perlu-dicermati\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"AMAN: &#8220;Pasca Perpres REDD ada 4 Hal yang Perlu Dicermati&#8221;\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/\",\"name\":\"Ekuatorial\",\"description\":\"Data. Maps. Storytelling.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/#organization\",\"name\":\"Ekuatorial\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/i0.wp.com\\\/www.ekuatorial.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/ekuatorial-logo.png?fit=1600%2C600&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/i0.wp.com\\\/www.ekuatorial.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/ekuatorial-logo.png?fit=1600%2C600&ssl=1\",\"width\":1600,\"height\":600,\"caption\":\"Ekuatorial\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/Ekuatorial\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/ekuatorialmap\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/channel\\\/UCCGP9Ia-Muud1Gv7YshQIEA\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/Ekuatorial_com\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/031e286c00f0aedb80e8e4dfc92399ce\",\"name\":\"Florence Armein\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ae67d50b330bffe276b5ce71705cb4129523e7d3225aa78df6d1350e583acb3d?s=96&d=mm&r=g3efbcfc1a81f29c97f34982f55723fe3\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ae67d50b330bffe276b5ce71705cb4129523e7d3225aa78df6d1350e583acb3d?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ae67d50b330bffe276b5ce71705cb4129523e7d3225aa78df6d1350e583acb3d?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Florence Armein\"},\"description\":\"Florence Armein is the Indonesia Content Coordinator for EJN's Asia-Pacific project where she manages Ekuatorial, a GeoJournalism site that uses geographic data and news stories to cover climate change in Indonesia. She joins EJN with over 10 years of experience in radio and television. At BeritaSatu Media Holdings, where she worked for five years, she managed a student publication, special media projects and established Indonesia\u2019s first English news channel. Prior to her media work, Florence worked on development projects relating to judicial reform funded by MCC and USAID. Prior to joining EJN, Florence was working part-time as General Manager for Da Vinci Learning, a science and knowledge channel from Germany, and served as a Video Content Coordinator for the Indonesia Economic Forum and Indonesia Property Forum. Florence is based in Jakarta, Indonesia.\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/florence.armein\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/madflorence\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/in\\\/florence-armein-0564b0121\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/Mad_Firenze\"],\"gender\":\"female\",\"knowsLanguage\":[\"Indonesian\",\"Malaysian\",\"English\"],\"jobTitle\":\"Indonesia Content Coordinator\",\"worksFor\":\"Internews&#39; Earth Journalism Network\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/author\\\/florence-armein\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"AMAN: \"Pasca Perpres REDD ada 4 Hal yang Perlu Dicermati\"","description":"Jakarta, Ekuatorial \u2013 Berbagai tanggapan muncul pasca keluarnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 62 Tahun 2013 tentang Badan Pengelola Penurunan Gas","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/2013\/09\/aman-pasca-perpres-redd-ada-4-hal-yang-perlu-dicermati\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"AMAN: \"Pasca Perpres REDD ada 4 Hal yang Perlu Dicermati\"","og_description":"Jakarta, Ekuatorial \u2013 Berbagai tanggapan muncul pasca keluarnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 62 Tahun 2013 tentang Badan Pengelola Penurunan Gas","og_url":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/2013\/09\/aman-pasca-perpres-redd-ada-4-hal-yang-perlu-dicermati\/","og_site_name":"Ekuatorial","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/Ekuatorial\/","article_author":"https:\/\/www.facebook.com\/florence.armein","article_published_time":"2013-09-17T04:00:04+00:00","article_modified_time":"2024-01-12T19:15:56+00:00","og_image":[{"width":300,"height":199,"url":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2013\/09\/hutan.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Florence Armein","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@Mad_Firenze","twitter_site":"@ekuatorialmap","twitter_misc":{"Written by":"Florence Armein","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"NewsArticle","@id":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/2013\/09\/aman-pasca-perpres-redd-ada-4-hal-yang-perlu-dicermati\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/2013\/09\/aman-pasca-perpres-redd-ada-4-hal-yang-perlu-dicermati\/"},"author":{"name":"Florence Armein","@id":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/#\/schema\/person\/031e286c00f0aedb80e8e4dfc92399ce"},"headline":"AMAN: &#8220;Pasca Perpres REDD ada 4 Hal yang Perlu Dicermati&#8221;","datePublished":"2013-09-17T04:00:04+00:00","dateModified":"2024-01-12T19:15:56+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/2013\/09\/aman-pasca-perpres-redd-ada-4-hal-yang-perlu-dicermati\/"},"wordCount":372,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/2013\/09\/aman-pasca-perpres-redd-ada-4-hal-yang-perlu-dicermati\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2013\/09\/hutan.jpg?fit=300%2C199&ssl=1","articleSection":["Forests","Kalimantan","Papua","Sumatera"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/2013\/09\/aman-pasca-perpres-redd-ada-4-hal-yang-perlu-dicermati\/#respond"]}],"copyrightYear":"2013","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/2013\/09\/aman-pasca-perpres-redd-ada-4-hal-yang-perlu-dicermati\/","url":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/2013\/09\/aman-pasca-perpres-redd-ada-4-hal-yang-perlu-dicermati\/","name":"AMAN: \"Pasca Perpres REDD ada 4 Hal yang Perlu Dicermati\"","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/2013\/09\/aman-pasca-perpres-redd-ada-4-hal-yang-perlu-dicermati\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/2013\/09\/aman-pasca-perpres-redd-ada-4-hal-yang-perlu-dicermati\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2013\/09\/hutan.jpg?fit=300%2C199&ssl=1","datePublished":"2013-09-17T04:00:04+00:00","dateModified":"2024-01-12T19:15:56+00:00","description":"Jakarta, Ekuatorial \u2013 Berbagai tanggapan muncul pasca keluarnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 62 Tahun 2013 tentang Badan Pengelola Penurunan Gas","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/2013\/09\/aman-pasca-perpres-redd-ada-4-hal-yang-perlu-dicermati\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/2013\/09\/aman-pasca-perpres-redd-ada-4-hal-yang-perlu-dicermati\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/2013\/09\/aman-pasca-perpres-redd-ada-4-hal-yang-perlu-dicermati\/#primaryimage","url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2013\/09\/hutan.jpg?fit=300%2C199&ssl=1","contentUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2013\/09\/hutan.jpg?fit=300%2C199&ssl=1","width":300,"height":199},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/2013\/09\/aman-pasca-perpres-redd-ada-4-hal-yang-perlu-dicermati\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"AMAN: &#8220;Pasca Perpres REDD ada 4 Hal yang Perlu Dicermati&#8221;"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/#website","url":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/","name":"Ekuatorial","description":"Data. Maps. Storytelling.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/#organization","name":"Ekuatorial","url":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/ekuatorial-logo.png?fit=1600%2C600&ssl=1","contentUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/ekuatorial-logo.png?fit=1600%2C600&ssl=1","width":1600,"height":600,"caption":"Ekuatorial"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/Ekuatorial\/","https:\/\/x.com\/ekuatorialmap","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCCGP9Ia-Muud1Gv7YshQIEA","https:\/\/www.instagram.com\/Ekuatorial_com"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/#\/schema\/person\/031e286c00f0aedb80e8e4dfc92399ce","name":"Florence Armein","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ae67d50b330bffe276b5ce71705cb4129523e7d3225aa78df6d1350e583acb3d?s=96&d=mm&r=g3efbcfc1a81f29c97f34982f55723fe3","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ae67d50b330bffe276b5ce71705cb4129523e7d3225aa78df6d1350e583acb3d?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ae67d50b330bffe276b5ce71705cb4129523e7d3225aa78df6d1350e583acb3d?s=96&d=mm&r=g","caption":"Florence Armein"},"description":"Florence Armein is the Indonesia Content Coordinator for EJN's Asia-Pacific project where she manages Ekuatorial, a GeoJournalism site that uses geographic data and news stories to cover climate change in Indonesia. She joins EJN with over 10 years of experience in radio and television. At BeritaSatu Media Holdings, where she worked for five years, she managed a student publication, special media projects and established Indonesia\u2019s first English news channel. Prior to her media work, Florence worked on development projects relating to judicial reform funded by MCC and USAID. Prior to joining EJN, Florence was working part-time as General Manager for Da Vinci Learning, a science and knowledge channel from Germany, and served as a Video Content Coordinator for the Indonesia Economic Forum and Indonesia Property Forum. Florence is based in Jakarta, Indonesia.","sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/florence.armein","https:\/\/www.instagram.com\/madflorence\/","https:\/\/www.linkedin.com\/in\/florence-armein-0564b0121\/","https:\/\/x.com\/Mad_Firenze"],"gender":"female","knowsLanguage":["Indonesian","Malaysian","English"],"jobTitle":"Indonesia Content Coordinator","worksFor":"Internews&#39; Earth Journalism Network","url":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/author\/florence-armein\/"}]}},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2013\/09\/hutan.jpg?fit=300%2C199&ssl=1","jetpack-related-posts":[{"id":4307,"url":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/2013\/09\/pasca-perpres-badan-redd-ada-4-hal-yang-harus-dicermati\/","url_meta":{"origin":62595,"position":0},"title":"AMAN: &#8220;Pasca Perpres REDD+ ada 4 Hal yang Perlu Dicermati&#8221;","author":"Florence Armein","date":"September 17, 2013","format":false,"excerpt":"Jakarta, Ekuatorial \u2013 Berbagai tanggapan muncul pasca keluarnya Peraturan Presiden \u2013 Perpres Nomor 62 Tahun 2013 tentang Badan Pengelola Penurunan Gas Emisi Rumah Kaca dari Deforestasi, Degradasi Hutan dan Lahan Gambut atau REDD+. Badan ini dianggap tidak bergigi dan hanya sebagai macan kertas karena hanya memiliki fungsi koordinasi, sinkronisasi dan\u2026","rel":"","context":"In &quot;Hutan&quot;","block_context":{"text":"Hutan","link":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/kategori\/topik\/hutan\/"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":10185,"url":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/2015\/02\/redd-runs-as-usual-for-central-kalimantan\/","url_meta":{"origin":62595,"position":1},"title":"Kalteng Tetap Jalankan Program REDD+","author":"","date":"February 10, 2015","format":false,"excerpt":"Palangka Raya, Ekuatorial \u2013 Pembubaran Badan Pengelola Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca dari Deforestasi Degradasi Hutan dan Lahan Gambut (BP REDD+), dan Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) pusat tidak berpengaruh terhadap program yang menjadikan Kalimantan Tengah (Kalteng) sebagai pilot project program ini. \u201cProgram-program REDD+ di Kalteng tetap berjalan seperti biasa,\u2026","rel":"","context":"In &quot;Artikel&quot;","block_context":{"text":"Artikel","link":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/kategori\/tipe\/artikel\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Picture1.jpg?fit=481%2C359&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":10084,"url":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/2015\/01\/redd-agency-and-climate-change-national-council-merged-into-the-ministry-of-environment-and-forestry\/","url_meta":{"origin":62595,"position":2},"title":"Badan REDD+ dan DNPI Resmi Dilebur dalam Kementerian Lingkungan  Hidup dan Kehutanan","author":"Florence Armein","date":"January 28, 2015","format":false,"excerpt":"Jakarta, Ekuatorial - DNPI dan Badan Pengelola REDD+ resmi dilebur ke dalam Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sesuai Peraturan Presiden No.16 tahun 2015. Tetapi diperkirakan kementerian tidak bisa segera bekerja optimal karena masih ada masalah kepegawaian. Untuk jabatan Dirjen akan dilakukan rekrutmen terbuka. Kepala Badan REDD+ Heru Prasetyo mengkonfirmasikan bahwa\u2026","rel":"","context":"In &quot;Artikel&quot;","block_context":{"text":"Artikel","link":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/kategori\/tipe\/artikel\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2015\/01\/logo-BP-REDD_transparent-01-e1422530666195.png?fit=400%2C400&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":10104,"url":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/2015\/01\/redd-agency-closed-down-is-not-in-accordance-to-indonesia-norway-agreement\/","url_meta":{"origin":62595,"position":3},"title":"Peleburan Badan REDD+ Menafikan Perjanjian Indonesia &#8211; Norwegia","author":"","date":"January 29, 2015","format":false,"excerpt":"Jakarta, Ekuatorial \u2013 Peleburan REDD+ Indonesia ke dalam Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tidak sesuai dengan perjanjian bilateral dengan Norwegia yang dibuat tahun 2010. Demikian diungkapkan Heru Prasetyo, sekarang mantan kepala badan REDD+, Jakarta, Kamis (29\/1). Dalam perjanjian yang disebut Letter of Intent (LoI) bernilai 1 miliar dolar AS\u2026","rel":"","context":"In &quot;Artikel&quot;","block_context":{"text":"Artikel","link":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/kategori\/tipe\/artikel\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2015\/01\/logo-BP-REDD_transparent-01-e1422530666195.png?fit=400%2C400&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":102273,"url":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/2025\/01\/militerisasi-di-kawasan-hutan-mengancam-hak-hak-masyarakat\/","url_meta":{"origin":62595,"position":4},"title":"Militerisasi di kawasan hutan mengancam hak-hak masyarakat","author":"Redaksi Ekuatorial","date":"January 27, 2025","format":false,"excerpt":"Militerisasi atas nama penertiban menjadi ancaman bagi masyarakat yang selama ini hidup dan beraktivitas di kawasan hutan.","rel":"","context":"In &quot;Artikel&quot;","block_context":{"text":"Artikel","link":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/kategori\/tipe\/artikel\/"},"img":{"alt_text":"Kawasan hutan Indonesia. (Foto: WALHI)","src":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/hutan-WhatsApp-Image-2022-12-30-at-15.16.03-jpg.avif","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/hutan-WhatsApp-Image-2022-12-30-at-15.16.03-jpg.avif 1x, https:\/\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/hutan-WhatsApp-Image-2022-12-30-at-15.16.03-jpg.avif 1.5x"},"classes":[]},{"id":101201,"url":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/2024\/10\/koalisi-sulawesi-tanpa-polusi-menuntut-komitmen-pemerintah-menurunkan-emisi-karbon\/","url_meta":{"origin":62595,"position":5},"title":"Koalisi Sulawesi Tanpa Polusi menuntut komitmen pemerintah menurunkan emisi karbon","author":"Redaksi Ekuatorial","date":"October 5, 2024","format":false,"excerpt":"Pemerintah dianggap tidak serius menurunkan emisi karbon di Indonesia dengan mempercepat peralihan ke energi terbarukan.","rel":"","context":"In &quot;Article&quot;","block_context":{"text":"Article","link":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/category\/type\/article\/"},"img":{"alt_text":"Pemerintah dianggap tidak serius menurunkan emisi karbon di Indonesia dengan mempercepat peralihan ke energi terbarukan.","src":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/sulawesi-128f9e98-fcbd7563-bfbe-43fb-aa19-b015a2506610-1024x768-1-jpeg.avif","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/sulawesi-128f9e98-fcbd7563-bfbe-43fb-aa19-b015a2506610-1024x768-1-jpeg.avif 1x, https:\/\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/sulawesi-128f9e98-fcbd7563-bfbe-43fb-aa19-b015a2506610-1024x768-1-jpeg.avif 1.5x, https:\/\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/sulawesi-128f9e98-fcbd7563-bfbe-43fb-aa19-b015a2506610-1024x768-1-jpeg.avif 2x"},"classes":[]}],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62595","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=62595"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62595\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/65138"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=62595"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=62595"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=62595"},{"taxonomy":"partner","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/partner?post=62595"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=62595"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}