{"id":62965,"date":"2014-03-07T18:09:50","date_gmt":"2014-03-07T11:09:50","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/2014\/03\/idindonesia-butuh-pemimpin-berwawasan-lingkungan\/"},"modified":"2024-01-13T02:17:33","modified_gmt":"2024-01-12T19:17:33","slug":"idindonesia-butuh-pemimpin-berwawasan-lingkungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/2014\/03\/idindonesia-butuh-pemimpin-berwawasan-lingkungan\/","title":{"rendered":"[:id]Indonesia Butuh Pemimpin Berwawasan Lingkungan"},"content":{"rendered":"<p>\u201cIndonesia berpotensi menjadi pemain utama dalam tatanan politik dunia di masa depan,\u201d ujar Chalid Muhammad dari Institut Hijau Indonesia. \u201cDengan syarat memiliki kedaulatan penuh termasuk kedaulatan atas air, pangan, energi, serta kenekaragaman hayati hutan hujannya,\u201d lanjutnya menanggapi realitas pembangunan di Indonesia yang makin tersandera oleh kepentingan pihak asing.<\/p>\n<p>Chalid juga menegaskan bahwa setidaknya terdapat tiga hal yang harus dilakukan calon presiden yang ikut bertarung dalam Pemilihan Umum mendatang, antara lain membuat janji politik terkait perlindungan alam, melibatkan rakyat untuk pemulihan lingkungan hidup serta melakukan renegosiasi dengan perusahaan-perusahaan asing yang banyak menguasai sektor strategis di wilayah Indonesia.<\/p>\n<p>Dalam konferensi pers bertajuk \u201cMenyambut Pemilu 2014: Pembangunan Rendah Karbon Berbasis Hak sebagai Masa Depan Indonesia\u201d yang diselenggarakan oleh HuMa (Perkumpulan untuk Pembaharuan Hukum Berbasis Masyarakat dan Ekologis), Andiko, Direktur Eksekutif HuMa ini dalam kritikannya terhadap kebijakan lingkungan pemerintah menjadikan program REDD+ sebagai contoh kasus.<\/p>\n<p>\u201cProyek REDD+ dengan dukungan dana puluhan triliun seringkali dirasakan tidak mengakar. Banyak hak rakyat di daerah, khususnya yang berada di kawasan restorasi terampas dikarenakan penerapan proyek ini,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Andiko menilai bahwa program REDD+ perlu terus dicermati agar kemudian tidak membatasi atau mengubah hidup puluhan juta orang yang bergantung pada hutan. Beberapa peraturan perundang-undangan terkait kehutanan dianggap perlu direvisi untuk pemenuhan hak tenurial masyarakat adat dan lokal, diantaranya UU Kehutanan, UU Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan (P3H), dan UU Konservasi.<\/p>\n<p>Selain itu, HuMa juga menyoroti Putusan MK 35 tahun 2012 tentang pengakuan status hutan adat dalam UU Kehutanan dan implementasi desa adat dalam UU Desa. Sebagai putusan yang kondusif bagi pemenuhan hak-hak masyarakat adat dan komunitas lokal, penerapan REDD+ seharusnya mendukung implementasi putusan tersebut. <strong>Azhari Fauzi<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cIndonesia berpotensi menjadi pemain utama dalam tatanan politik dunia di masa depan,\u201d ujar Chalid Muhammad dari Institut Hijau Indonesia. \u201cDengan syarat memiliki kedaulatan penuh termasuk kedaulatan atas air, pangan, energi, serta kenekaragaman hayati hutan hujannya,\u201d lanjutnya menanggapi realitas pembangunan di Indonesia yang makin tersandera oleh kepentingan pihak asing. Chalid juga menegaskan bahwa setidaknya terdapat tiga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":65495,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[3943],"tags":[],"partner":[],"coauthors":[3926],"class_list":["post-62965","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-urban"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.3 (Yoast SEO v28.3) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>[:id]Indonesia Butuh Pemimpin Berwawasan Lingkungan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"\u201cIndonesia berpotensi menjadi pemain utama dalam tatanan politik dunia di masa depan,\u201d ujar Chalid Muhammad dari Institut Hijau Indonesia. \u201cDengan syarat\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/2014\/03\/idindonesia-butuh-pemimpin-berwawasan-lingkungan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"[:id]Indonesia Butuh Pemimpin Berwawasan Lingkungan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"\u201cIndonesia berpotensi menjadi pemain utama dalam tatanan politik dunia di masa depan,\u201d ujar Chalid Muhammad dari Institut Hijau Indonesia. \u201cDengan syarat\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/2014\/03\/idindonesia-butuh-pemimpin-berwawasan-lingkungan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Ekuatorial\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/Ekuatorial\/\" \/>\n<meta property=\"article:author\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/florence.armein\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2014-03-07T11:09:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-01-12T19:17:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/10316717063_c3a89dfe4d.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"320\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"212\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Florence Armein\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@Mad_Firenze\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ekuatorialmap\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Florence Armein\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"NewsArticle\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/2014\\\/03\\\/idindonesia-butuh-pemimpin-berwawasan-lingkungan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/2014\\\/03\\\/idindonesia-butuh-pemimpin-berwawasan-lingkungan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Florence Armein\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/031e286c00f0aedb80e8e4dfc92399ce\"},\"headline\":\"[:id]Indonesia Butuh Pemimpin Berwawasan Lingkungan\",\"datePublished\":\"2014-03-07T11:09:50+00:00\",\"dateModified\":\"2024-01-12T19:17:33+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/2014\\\/03\\\/idindonesia-butuh-pemimpin-berwawasan-lingkungan\\\/\"},\"wordCount\":270,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/2014\\\/03\\\/idindonesia-butuh-pemimpin-berwawasan-lingkungan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/i0.wp.com\\\/www.ekuatorial.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/03\\\/10316717063_c3a89dfe4d.jpg?fit=320%2C212&ssl=1\",\"articleSection\":[\"Urban\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/2014\\\/03\\\/idindonesia-butuh-pemimpin-berwawasan-lingkungan\\\/#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2014\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/2014\\\/03\\\/idindonesia-butuh-pemimpin-berwawasan-lingkungan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/2014\\\/03\\\/idindonesia-butuh-pemimpin-berwawasan-lingkungan\\\/\",\"name\":\"[:id]Indonesia Butuh Pemimpin Berwawasan Lingkungan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/2014\\\/03\\\/idindonesia-butuh-pemimpin-berwawasan-lingkungan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/2014\\\/03\\\/idindonesia-butuh-pemimpin-berwawasan-lingkungan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/i0.wp.com\\\/www.ekuatorial.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/03\\\/10316717063_c3a89dfe4d.jpg?fit=320%2C212&ssl=1\",\"datePublished\":\"2014-03-07T11:09:50+00:00\",\"dateModified\":\"2024-01-12T19:17:33+00:00\",\"description\":\"\u201cIndonesia berpotensi menjadi pemain utama dalam tatanan politik dunia di masa depan,\u201d ujar Chalid Muhammad dari Institut Hijau Indonesia. \u201cDengan syarat\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/2014\\\/03\\\/idindonesia-butuh-pemimpin-berwawasan-lingkungan\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/2014\\\/03\\\/idindonesia-butuh-pemimpin-berwawasan-lingkungan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/2014\\\/03\\\/idindonesia-butuh-pemimpin-berwawasan-lingkungan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/i0.wp.com\\\/www.ekuatorial.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/03\\\/10316717063_c3a89dfe4d.jpg?fit=320%2C212&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/i0.wp.com\\\/www.ekuatorial.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/03\\\/10316717063_c3a89dfe4d.jpg?fit=320%2C212&ssl=1\",\"width\":320,\"height\":212},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/2014\\\/03\\\/idindonesia-butuh-pemimpin-berwawasan-lingkungan\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"[:id]Indonesia Butuh Pemimpin Berwawasan Lingkungan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/\",\"name\":\"Ekuatorial\",\"description\":\"Data. Maps. Storytelling.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/#organization\",\"name\":\"Ekuatorial\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/i0.wp.com\\\/www.ekuatorial.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/ekuatorial-logo.png?fit=1600%2C600&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/i0.wp.com\\\/www.ekuatorial.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/ekuatorial-logo.png?fit=1600%2C600&ssl=1\",\"width\":1600,\"height\":600,\"caption\":\"Ekuatorial\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/Ekuatorial\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/ekuatorialmap\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/channel\\\/UCCGP9Ia-Muud1Gv7YshQIEA\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/Ekuatorial_com\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/031e286c00f0aedb80e8e4dfc92399ce\",\"name\":\"Florence Armein\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ae67d50b330bffe276b5ce71705cb4129523e7d3225aa78df6d1350e583acb3d?s=96&d=mm&r=g3efbcfc1a81f29c97f34982f55723fe3\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ae67d50b330bffe276b5ce71705cb4129523e7d3225aa78df6d1350e583acb3d?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ae67d50b330bffe276b5ce71705cb4129523e7d3225aa78df6d1350e583acb3d?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Florence Armein\"},\"description\":\"Florence Armein is the Indonesia Content Coordinator for EJN's Asia-Pacific project where she manages Ekuatorial, a GeoJournalism site that uses geographic data and news stories to cover climate change in Indonesia. She joins EJN with over 10 years of experience in radio and television. At BeritaSatu Media Holdings, where she worked for five years, she managed a student publication, special media projects and established Indonesia\u2019s first English news channel. Prior to her media work, Florence worked on development projects relating to judicial reform funded by MCC and USAID. Prior to joining EJN, Florence was working part-time as General Manager for Da Vinci Learning, a science and knowledge channel from Germany, and served as a Video Content Coordinator for the Indonesia Economic Forum and Indonesia Property Forum. Florence is based in Jakarta, Indonesia.\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/florence.armein\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/madflorence\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/in\\\/florence-armein-0564b0121\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/Mad_Firenze\"],\"gender\":\"female\",\"knowsLanguage\":[\"Indonesian\",\"Malaysian\",\"English\"],\"jobTitle\":\"Indonesia Content Coordinator\",\"worksFor\":\"Internews&#39; Earth Journalism Network\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ekuatorial.com\\\/en\\\/author\\\/florence-armein\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"[:id]Indonesia Butuh Pemimpin Berwawasan Lingkungan","description":"\u201cIndonesia berpotensi menjadi pemain utama dalam tatanan politik dunia di masa depan,\u201d ujar Chalid Muhammad dari Institut Hijau Indonesia. \u201cDengan syarat","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/2014\/03\/idindonesia-butuh-pemimpin-berwawasan-lingkungan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"[:id]Indonesia Butuh Pemimpin Berwawasan Lingkungan","og_description":"\u201cIndonesia berpotensi menjadi pemain utama dalam tatanan politik dunia di masa depan,\u201d ujar Chalid Muhammad dari Institut Hijau Indonesia. \u201cDengan syarat","og_url":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/2014\/03\/idindonesia-butuh-pemimpin-berwawasan-lingkungan\/","og_site_name":"Ekuatorial","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/Ekuatorial\/","article_author":"https:\/\/www.facebook.com\/florence.armein","article_published_time":"2014-03-07T11:09:50+00:00","article_modified_time":"2024-01-12T19:17:33+00:00","og_image":[{"width":320,"height":212,"url":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/10316717063_c3a89dfe4d.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Florence Armein","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@Mad_Firenze","twitter_site":"@ekuatorialmap","twitter_misc":{"Written by":"Florence Armein","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"NewsArticle","@id":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/2014\/03\/idindonesia-butuh-pemimpin-berwawasan-lingkungan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/2014\/03\/idindonesia-butuh-pemimpin-berwawasan-lingkungan\/"},"author":{"name":"Florence Armein","@id":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/#\/schema\/person\/031e286c00f0aedb80e8e4dfc92399ce"},"headline":"[:id]Indonesia Butuh Pemimpin Berwawasan Lingkungan","datePublished":"2014-03-07T11:09:50+00:00","dateModified":"2024-01-12T19:17:33+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/2014\/03\/idindonesia-butuh-pemimpin-berwawasan-lingkungan\/"},"wordCount":270,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/2014\/03\/idindonesia-butuh-pemimpin-berwawasan-lingkungan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/10316717063_c3a89dfe4d.jpg?fit=320%2C212&ssl=1","articleSection":["Urban"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/2014\/03\/idindonesia-butuh-pemimpin-berwawasan-lingkungan\/#respond"]}],"copyrightYear":"2014","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/2014\/03\/idindonesia-butuh-pemimpin-berwawasan-lingkungan\/","url":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/2014\/03\/idindonesia-butuh-pemimpin-berwawasan-lingkungan\/","name":"[:id]Indonesia Butuh Pemimpin Berwawasan Lingkungan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/2014\/03\/idindonesia-butuh-pemimpin-berwawasan-lingkungan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/2014\/03\/idindonesia-butuh-pemimpin-berwawasan-lingkungan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/10316717063_c3a89dfe4d.jpg?fit=320%2C212&ssl=1","datePublished":"2014-03-07T11:09:50+00:00","dateModified":"2024-01-12T19:17:33+00:00","description":"\u201cIndonesia berpotensi menjadi pemain utama dalam tatanan politik dunia di masa depan,\u201d ujar Chalid Muhammad dari Institut Hijau Indonesia. \u201cDengan syarat","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/2014\/03\/idindonesia-butuh-pemimpin-berwawasan-lingkungan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/2014\/03\/idindonesia-butuh-pemimpin-berwawasan-lingkungan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/2014\/03\/idindonesia-butuh-pemimpin-berwawasan-lingkungan\/#primaryimage","url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/10316717063_c3a89dfe4d.jpg?fit=320%2C212&ssl=1","contentUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/10316717063_c3a89dfe4d.jpg?fit=320%2C212&ssl=1","width":320,"height":212},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/2014\/03\/idindonesia-butuh-pemimpin-berwawasan-lingkungan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"[:id]Indonesia Butuh Pemimpin Berwawasan Lingkungan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/#website","url":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/","name":"Ekuatorial","description":"Data. Maps. Storytelling.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/#organization","name":"Ekuatorial","url":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/ekuatorial-logo.png?fit=1600%2C600&ssl=1","contentUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/ekuatorial-logo.png?fit=1600%2C600&ssl=1","width":1600,"height":600,"caption":"Ekuatorial"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/Ekuatorial\/","https:\/\/x.com\/ekuatorialmap","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCCGP9Ia-Muud1Gv7YshQIEA","https:\/\/www.instagram.com\/Ekuatorial_com"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/#\/schema\/person\/031e286c00f0aedb80e8e4dfc92399ce","name":"Florence Armein","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ae67d50b330bffe276b5ce71705cb4129523e7d3225aa78df6d1350e583acb3d?s=96&d=mm&r=g3efbcfc1a81f29c97f34982f55723fe3","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ae67d50b330bffe276b5ce71705cb4129523e7d3225aa78df6d1350e583acb3d?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ae67d50b330bffe276b5ce71705cb4129523e7d3225aa78df6d1350e583acb3d?s=96&d=mm&r=g","caption":"Florence Armein"},"description":"Florence Armein is the Indonesia Content Coordinator for EJN's Asia-Pacific project where she manages Ekuatorial, a GeoJournalism site that uses geographic data and news stories to cover climate change in Indonesia. She joins EJN with over 10 years of experience in radio and television. At BeritaSatu Media Holdings, where she worked for five years, she managed a student publication, special media projects and established Indonesia\u2019s first English news channel. Prior to her media work, Florence worked on development projects relating to judicial reform funded by MCC and USAID. Prior to joining EJN, Florence was working part-time as General Manager for Da Vinci Learning, a science and knowledge channel from Germany, and served as a Video Content Coordinator for the Indonesia Economic Forum and Indonesia Property Forum. Florence is based in Jakarta, Indonesia.","sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/florence.armein","https:\/\/www.instagram.com\/madflorence\/","https:\/\/www.linkedin.com\/in\/florence-armein-0564b0121\/","https:\/\/x.com\/Mad_Firenze"],"gender":"female","knowsLanguage":["Indonesian","Malaysian","English"],"jobTitle":"Indonesia Content Coordinator","worksFor":"Internews&#39; Earth Journalism Network","url":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/author\/florence-armein\/"}]}},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack-related-posts":[{"id":106300,"url":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/2026\/07\/demi-psn-masyarakat-adat-papua-dibekap-bubuk-mesiu\/","url_meta":{"origin":62965,"position":0},"title":"Demi PSN, Masyarakat Adat Papua Dibekap Bubuk Mesiu","author":"Fikri Kurniawan","date":"July 15, 2026","format":false,"excerpt":"Pada Minggu, 5 Juli 2026, jajaran perwira tinggi TNI bersama perwakilan PT Pindad secara resmi meletakkan batu pertama pembangunan markas Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 861\/Maleo Kamur, sekaligus peletakan batu pertama Pabrik Propelan Merah Putih di Wanam Km 58.","rel":"","context":"In &quot;Agraria&quot;","block_context":{"text":"Agraria","link":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/kategori\/topik\/agraria\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/2-Peletakan-Batu-Pabrik-Propelan-Wanam-5-Jul-26.avif","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/2-Peletakan-Batu-Pabrik-Propelan-Wanam-5-Jul-26.avif 1x, https:\/\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/2-Peletakan-Batu-Pabrik-Propelan-Wanam-5-Jul-26.avif 1.5x"},"classes":[]},{"id":106419,"url":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/2026\/08\/dibantah-bahlil-greenpeace-beberkan-bukti-raja-ampat-belum-aman-dari-tambang-nikel\/","url_meta":{"origin":62965,"position":1},"title":"Dibantah Bahlil, Greenpeace Beberkan Bukti Raja Ampat Belum Aman dari Tambang Nikel","author":"Fikri Kurniawan","date":"August 5, 2026","format":false,"excerpt":"Greenpeace Indonesia membalas bantahan tersebut dengan memaparkan data dan fakta lapangan yang bertolak belakang.","rel":"","context":"In &quot;Agraria&quot;","block_context":{"text":"Agraria","link":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/kategori\/topik\/agraria\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/a2a2440f-gp0su5jzq.avif","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/a2a2440f-gp0su5jzq.avif 1x, https:\/\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/a2a2440f-gp0su5jzq.avif 1.5x, https:\/\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/a2a2440f-gp0su5jzq.avif 2x, https:\/\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/a2a2440f-gp0su5jzq.avif 3x"},"classes":[]},{"id":106408,"url":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/2026\/07\/surga-yang-tak-terlindungi-terancam-hancur-demi-ambisi-kendaraan-listrik\/","url_meta":{"origin":62965,"position":2},"title":"Surga yang Tak Terlindungi Terancam Hancur Demi Ambisi Kendaraan Listrik","author":"Fikri Kurniawan","date":"July 31, 2026","format":false,"excerpt":"Tepat satu tahun setelah gelombang kampanye #SaveRajaAmpat bergema pada pertengahan 2025, Greenpeace menegaskan kepulauan yang dikenal sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati laut terkaya di bumi tersebut masih belum aman dari cengkeraman industri ekstraktif.","rel":"","context":"In &quot;Agraria&quot;","block_context":{"text":"Agraria","link":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/kategori\/topik\/agraria\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/651d7bf1-dra_3171-copy-2048x1366-1.avif","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/651d7bf1-dra_3171-copy-2048x1366-1.avif 1x, https:\/\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/651d7bf1-dra_3171-copy-2048x1366-1.avif 1.5x, https:\/\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/651d7bf1-dra_3171-copy-2048x1366-1.avif 2x, https:\/\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/651d7bf1-dra_3171-copy-2048x1366-1.avif 3x"},"classes":[]},{"id":106355,"url":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/2026\/07\/dari-banjir-ke-meja-hijau-ketika-warga-bali-menggugat-negara-atas-krisis-ekologis\/","url_meta":{"origin":62965,"position":3},"title":"Dari Banjir ke Meja Hijau, Ketika Warga Bali Menggugat Negara atas Krisis Ekologis","author":"Monica Dian Adelina","date":"July 19, 2026","format":false,"excerpt":"Koalisi Pulihkan Bali mengajukan gugatan warga negara (citizen lawsuit) terhadap 14 pejabat dan lembaga negara.","rel":"","context":"In &quot;Artikel&quot;","block_context":{"text":"Artikel","link":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/kategori\/tipe\/artikel\/"},"img":{"alt_text":"Koalisi Pulihkan Bali mengajukan gugatan warga negara (citizen lawsuit) terhadap 14 pejabat dan lembaga negara.","src":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/banjir-bali.avif","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/banjir-bali.avif 1x, https:\/\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/banjir-bali.avif 1.5x, https:\/\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/banjir-bali.avif 2x, https:\/\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/banjir-bali.avif 3x"},"classes":[]},{"id":106425,"url":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/2026\/08\/ambisi-energi-bersih-malah-kerap-mengancam-keselamatan-warga\/","url_meta":{"origin":62965,"position":4},"title":"Ambisi Energi Bersih Malah Kerap Mengancam Keselamatan Warga","author":"Fikri Kurniawan","date":"August 7, 2026","format":false,"excerpt":"Langkah pemerintah yang gencar memangkas penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara memang menjadi keharusan demi menekan emisi gas rumah kaca. Tetapi proses transisi yang tengah berlangsung dinilai belum menyentuh akar persoalan dari tata kelola energi yang berwatak eksploitatif.","rel":"","context":"In &quot;Agraria&quot;","block_context":{"text":"Agraria","link":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/kategori\/topik\/agraria\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Aksi-WALHI-OPA_ESDM-2026_2.avif","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Aksi-WALHI-OPA_ESDM-2026_2.avif 1x, https:\/\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Aksi-WALHI-OPA_ESDM-2026_2.avif 1.5x, https:\/\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Aksi-WALHI-OPA_ESDM-2026_2.avif 2x, https:\/\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Aksi-WALHI-OPA_ESDM-2026_2.avif 3x"},"classes":[]},{"id":106416,"url":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/2026\/08\/mengubah-data-laut-menjadi-navigasi-pembangunan-negara-kepulauan\/","url_meta":{"origin":62965,"position":5},"title":"Mengubah Data Laut Menjadi Navigasi Pembangunan Negara Kepulauan","author":"Fikri Kurniawan","date":"August 4, 2026","format":false,"excerpt":"Paradigma pembangunan kelautan Indonesia selama ini cenderung bertumpu pada pemanfaatan sumber daya alam secara ekstraktif dan perlindungan ekosistem yang terpisah.","rel":"","context":"In &quot;Artikel&quot;","block_context":{"text":"Artikel","link":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/kategori\/tipe\/artikel\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1785725280-90934113.avif","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1785725280-90934113.avif 1x, https:\/\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1785725280-90934113.avif 1.5x, https:\/\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1785725280-90934113.avif 2x, https:\/\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1785725280-90934113.avif 3x"},"classes":[]}],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.ekuatorial.com\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/10316717063_c3a89dfe4d.jpg?fit=320%2C212&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62965","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=62965"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62965\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/65495"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=62965"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=62965"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=62965"},{"taxonomy":"partner","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/partner?post=62965"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ekuatorial.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=62965"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}