Ekuatorial

Environmental News Syndication

ROBOT TERBARU MAMPU BERSIHKAN TUMPAHAN MINYAK DI LAUT

September 20, 2010

thumbnailJakarta – Para peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat, kini tengah mengembangkan jenis robot yang dapat mengumpulkan dan membersihkan tumpahan minyak di lautan. Robot itu diberi nama “Seaswarm”. Teknologi robot itu diharapkan dapat memberikan manfaat ketika terjadi tumpahan minyak di lautan.

Pihak MIT menjelaskan bahwa robot tersebut dilengkapi dengan berbagai elemen yang dapat menyerap tumpahan minyak. Berbagai elemen penyerap minyak tersebut merupakan hasil pengembangan yang dilakukan oleh seorang ilmuwan, yakni Profesor Francesco Stellacci.

“Elemen-elemen tersebut dapat menyerap minyak sebanyak dua puluh kali lipat dari berat robot itu sendiri ketika mengambang di permukaan air. Dengan memanfaatkan alat tersebut, tumpahan minyak dapat dikumpulkan dan kemungkinan dapat digunakan kembali,” ungkap Stellacci, seperti dilansir situs EarthTechling, Kamis (26/9) yang lalu.

Satu robot memiliki panjang 16 kaki dan lebar 7 kaki, serta menggunakan solar sel sebagai sumber energinya. Jelas sekali bahwa teknologi robot ini benar-benar merupakan jenis robot yang ramah lingkungan. Robot Seaswarm pun dapat menyelam ke dasar lautan dan dapat juga berada di lautan selama berminggu-minggu untuk membersihkan tumpahan minyak.

Para peneliti memperkirakan bahwa 5.000 robot Seaswarm sanggup membersihkan tumpahan minyak seukuran satu buah teluk hanya dalam waktu satu bulan saja. Memanfaatkan teknologi yang disebut sebagai “Swarm Behaviour”, robot-robot itu dapat saling berkomunikasi dengan menggunakan jaringan nirkabel dan GPS. Selain itu, robot-robot itu juga dapat menentukan koordinat mereka masing-masing dan dapat memastikan adanya distribusi yang merata di antara mereka dalam hal lokasi tumpahan minyak.

Dengan mendeteksi lokasi terjadinya tumpahan minyak dan mencoba untuk masuk ke lokasi itu, satu robot Seaswarm pun dapat membersihkan seluruh lokasi tumpahan minyak itu secara mandiri dan dapat juga melibatkan robot lainnya untuk membersihkan secara lebih cepat. Robot Seaswarm sendiri dikembangkan di sebuah laboratorium milik MIT, yakni MIT’s Senseable City Lab.

“Kami membayangkan sesuatu yang dapat bergerak sebagai ‘rolling carpet’ di permukaan air dan dapat menyerap tumpahan minyak di permukaan secara sempurna,” tutur Kepala Senseable City Lab, Assaf Biderman dalam situs EarthTechling.

Biderman melanjutkan bahwa angan-angan tersebut telah membawa mereka untuk menciptakan sebuah kendaraan laut yang benar-benar baru, yakni sebuah kendaraan sederhana yang dapat berjalan di atas permukaan laut, serta dapat menyesuaikan diri dengan gelombang.

Dalam aplikasinya nanti, robot Seaswarm memang diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar dalam kaitannya dengan terjadinya tumpahan minyak di lautan. Teknologi ini tentu akan sangat bermanfaat jika dapat digunakan di Indonesia. Terlebih lagi karena selama ini pembersihan tumpahan minyak yang terjadi di Indonesia hanya mengandalkan tenaga manual saja, belum dibantu oleh tenaga mekanik seperti teknologi robot Seaswarm itu.

Sementara itu Kepala Pusat Penelitia Oseanografi (P2O) Lembaga Ilmu Pengetahuan (LIPI), Suharsono, Rabu (15/9) menyatakanselama ini metode pembersihan tumpahan minyak di Indonesia hanya menggunakan tenaga manual saja. “Prinsip yang digunakan adalah dengan memanfaatkan bantuan bakteri untuk memecah konsentrasi minyak di lautan. Prinsip ini digunakan untuk membersihkan tumpahan minyak yang mengambang di permukaan laut dan yang sudah menggumpal di dasar laut. Contohnya adalah pembersihan minyak di daerah Ancol.”  (prihandoko)

×

Find the location

Find

Result:

Latitude:
Longitude:

Perbesar:

Selesai geocoding

×

Kirim tulisan

Ingin berbagi tentang Indonesia? Mari berkontribusi dalam pemetaan ini dengan mengirimkan tulisan Anda. Bantu lebarkan pemahaman dunia tentang peranan global dari kawasan penting ini.

Cari lokasi dalam peta

Cari lokasi dalam peta