Memberikan dukungan dalam bentuk modal bergulir dan pendampingan kepada para petani melon sky. Program pemberdayaan masyarakat.

Sebagai upaya dalam meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat, khususnya warga petani di Jawa Barat Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran melakukan pembinaan dan pemberdayaan kepada Kelompok Bina Tani di Desa Sukaratu, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya. Produk para petani ini adalah melon sky.
“Sebanyak 10 petani mendapat pendampingan dalam budidaya melon, sebagai langkah nyata untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka,” demikian keterangan resmi, diakses Senin, 17 Maret 2025. https://www.unpad.ac.id/2025/03/panen-perdana-melon-hasil-program-pemberdayaan-masyarakat-indomaret-dan-fakultas-pertanian-unpad/
Program Pemberdayaan Masyarakat ini memberikan dukungan dalam bentuk modal bergulir dan pendampingan dari dosen-dosen Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Program ini melibatkan sejumlah pakar dari UNPAD, termasuk Wawan Sutari, Betty Natalie Fitriatin, Nursuhud, Rahmat Budiarto, dan beberapa akademisi lainnya yang turut menyusun Good Agricultural Practice (GAP) untuk budidaya melon Sky serta menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) guna memastikan praktik pertanian yang optimal di lapangan.
Rija Sudirja, selaku PIC Program Pemberdayaan Masyarakat melalui Budidaya Melon Sky, menyatakan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan petani dengan membangun pola kerja sama yang berkelanjutan.
Pada Rabu, 12 Maret 2025, dilakukan panen perdana melon Sky yang ditanam sejak 1 Januari 2025. Musim tanam kali ini menghadapi tantangan besar akibat tingginya curah hujan yang memicu serangan patogen dan meningkatkan risiko gagal panen.
Namun, berkat pendampingan intensif dan ketelatenan para petani, tanaman tetap tumbuh optimal hingga masa panen tiba. Hasil panen periode pertama mencatat produksi 1.005 kg buah segar dari lahan seluas 0,15 hektar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 920 kg masuk dalam kategori Grade A, sementara 85 kg sisanya non-grade.
Kualitas melon pun terbilang baik dengan tingkat kemanisan mencapai Brix 12, lebih tinggi dari standar minimal Brix 10. Meskipun hasil panen cukup memuaskan, produktivitas ini masih jauh dari potensi maksimal 3.500 – 4.000 kg per 0,15 hektar dalam kondisi ideal. Oleh karena itu, peningkatan praktik kultur teknis menjadi tantangan utama guna meningkatkan hasil panen dan pendapatan petani di masa mendatang.
Sesuai dengan perjanjian kerja sama, hasil panen ini telah diserap oleh perusahaan dengan harga pasar yang kompetitif. Offtaker utama bagi para petani melon memberikan kepastian pasar dan meningkatkan kesejahteraan mereka.
Lebih lanjut, perusahaan berharap program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan dan pendapatan petani, tetapi juga memperluas jangkauan kepada lebih banyak petani di daerah Tasikmalaya.
Dengan adanya pendampingan berkelanjutan dan sistem modal bergulir yang dikelola oleh Unit Usaha Akademik Bale Tatanen Faperta UNPAD, diharapkan petani dapat mencapai kemandirian ekonomi dan meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.