Tentang Kami

Ekuatorial adalah situs GeoJurnalisme yang mempublikasikan tulisan dan visualisasi terkait lingkungan yang mencakupi isu kehutanan, kelautan, krisis iklim, keanekaragaman hayati, masyarakat, dan masalah lingkungan lainnya di Indonesia.

Tentang Kami

Indonesia merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia, dan pada saat yang sama, juga merupakan rumah bagi beberapa ekosistem dan sumber daya alam terkaya di dunia. Seiring dengan peningkatan pembangunan ekonomi, Indonesia juga harus menemukan cara untuk mengatasi tantangan lingkungan yang sebagian besar disebabkan oleh perencanaan kota yang buruk dan pendekatan pembangunan yang tidak terlalu memperhatikan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat. Ini termasuk krisis iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, pengelolaan limbah yang buruk, polusi udara dan laut, kekeringan, penipisan sumber air dan penggundulan hutan.

Ekuatorial, situs Geojurnalisme berbasis di Indonesia yang menggabungkan cerita jurnalis dengan data visualisasi berbasis peta untuk memberikan konteks ilmiah pada liputan naratif, diluncurkan pada tahun 2014 oleh Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia (SIEJ) dengan dukungan Internews’ Earth Journalism Network, sebuah organisasi nonprofit internasional yang memberikan dukungan terhadap media independen dan memberdayakan jurnalis dari negara-negara berkembang untuk meliput isu-isu lingkungan secara lebih efektif.

Ekuatorial bermitra dengan para koresponden, jurnalis, dan anggota SIEJ di seluruh Indonesia dalam menghasilkan liputan dan tulisan yang mengutamakan keseimbangan, perspektif berbagai pemangku kepentingan, suara kelompok terpinggirkan, kesetaraan gender, dan solusi.

Tim Kami

Penasihat

Florence Armein – Florence memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun di media cetak, radio dan televisi, termasuk turut membangun kanal berita berbahasa Inggris, The Jakarta Globe, dibawah perusahaan payung BeritaSatu Media Holding. Saat ini Florence bekerja sebagai koordinator konten untuk sebuah organisasi non-profit yang mendukung media-media independen dan wartawan.

Pemimpin Umum

Rochimawati (Ochi) – Berkiprah di dunia jurnalistik sejak 1997, Ochi pernah bekerja untuk Harian Umum Solopos, Satunetgrup, M-WEB, Harian Monitor Depok, Harian Jogja, Kantor Berita Turki, Anadolu Agency, BenarNews, Kabarsoutheastasia. Saat ini berkiprah sebagai editor VIVA.co.id dan Ketua Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia.

Redaksi

Adi Marsiela (Pemimpin Redaksi) – Adi bekerja sebagai jurnalis sejak 2003 di Suara Pembaruan hingga ditutup pada awal 2021. Menulis dan memotret juga untuk The Jakarta Post dan beberapa kantor berita lainnya. Saat ini tetap bekerja sebagai jurnalis lepas dan tercatat sebagai anggota Aliansi Jurnalis Independen dan Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia.

Sandy Pramuji (Redaktur Pelaksana) – Berkiprah di dunia jurnalistik sejak 2003, Sandy pernah bekerja untuk Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, harian The Jakarta Globe, Microsoft Network (MSN) Indonesia, dan Beritagar.id. Saat ini Sandy berkiprah sebagai editor dan penulis lepas.

Bhimanto Suwastoyo (Editor Tamu) – Dengan pengalaman lebih dari 36 tahun sebagai wartawan, Bhimanto pernah bekerja di kantor berita Perancis Agence France Press, turut melahirkan surat kabar berbahasa Inggris The Jakarta Globe, dan memimpin redaksi daring dan televisi berbahasa Inggris bagi BeritaSatu. Saat ini Bhimanto mengelola beberapa platform daring dwibahasa yang terkait lingkungan.

Proposal liputan

Jurnalis dan kontributor dapat mengirimkan usulan atau artikel lengkap ke [email protected]. Seluruh usulan atau artikel yang dikirimkan harus tulisan asli penulis dan belum pernah diterbitkan di media apapun. Kami menganjurkan para jurnalis dan kontributor untuk melihat artikel yang sudah diterbitkan di Ekuatorial sebagai referensi untuk mengirimkan artikel atau proposal tulisan. Ekuatorial memiliki hak sepenuhnya untuk mengedit dan mempublikasikan artikel yang dikirimkan sejalan dengan etika dan standar jurnalistik.

Proyek ini didukung oleh Internews’ Earth Journalism Network melalui hibah Swedish International Development Agency (Sida), organisasi yang bergerak di bidang pembangunan asal Swedia. Ekuatorial bertanggung jawab sepenuhnya terhadap konten. Pendapat dan konten yang dipublikasikan tidak mencerminkan pandangan dan posisi Internews dan Sida. 

Foto utama: Sandora berdiri di kebun ladanya yang tak luput dari serangan berbagai penyakit, di Desa Rindik, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Bangka-Belitung. Sumber: Nopri Ismi / Mongabay Indonesia