Skip to content Skip to navigation Skip to footer

Penyebab dan Tanda Kemunculan Sinkhole

Fenomena sinkhole kembali mencuri perhatian masyarakat Indonesia, setelah baru-baru ini terjadi di beberapa wilayah seperti Sumatera Barat dan Yogyakarta. Sinkhole adalah lubang tanah yang tiba-tiba terbentuk karena runtuhnya rongga bawah tanah. Kejadian ini menimbulkan pertanyaan besar tentang apa yang memicunya, tanda-tanda alam yang menyertainya, dan bagaimana bisa memahaminya secara geologi.

Guru Besar Teknik Geologi UGM, Wahyu Wilopo, mengatakan sinkhole merupakan fenomena geologi yang terjadi akibat runtuhnya lapisan batuan atau tanah di bawah permukaan sehingga permukaan atasnya ikut ambles. Fenomena ini tidak selalu terjadi di daerah yang sama, tetapi sering dikaitkan dengan kondisi tertentu pada struktur bumi di bawahnya, seperti proses pelarutan batuan kapur dan perubahan tekanan air tanah.

“Sinkhole merupakan proses alami yang dapat dipercepat dari aktivitas manusia dan faktor alam. Hampir semua fenomena sinkhole yang muncul dipicu oleh curah hujan yang tinggi,” jelas Wahyu, pada laman UGM.

Sinkhole terbentuk ketika air mengalir di bawah tanah dan melarutkan batuan atau material yang larut seperti batuan kapur (karsitik), sehingga secara bertahap menciptakan rongga yang kosong. Seiring waktu, rongga tersebut menjadi semakin besar dan tidak mampu menahan beban tanah di atasnya dan akhirnya runtuh secara tiba-tiba.

Sinkhole dapat terjadi dalam berbagai ukuran, mulai dari yang kecil beberapa meter hingga yang sangat besar mencapai puluhan meter, tergantung pada ukuran rongga bawah tanah dan kondisi struktur geologi setempat. Di daerah yang berlapis batuan seperti kapur atau dolomit, fenomena ini lebih sering terjadi karena karakter batuan yang mudah larut oleh air.

Fenomena di Indonesia

Baru-baru ini sinkhole dilaporkan muncul di kawasan Gunungkidul, Yogyakarta. Daerah ini diketahui memiliki karakter geologi berbatu dan banyak mengandung celah yang bisa dipengaruhi air tanah sehingga mendorong kemunculan sinkhole. Fenomena serupa juga dilaporkan di Sumatera Barat di Januari 2026. Kejadian ini menarik perhatian masyarakat luas karena karakteristiknya yang mendadak dan lokasinya berada dekat pemukiman atau area publik.

Sinkhole bukan sesuatu yang sama sekali asing di Indonesia, karena beberapa wilayah memiliki potensi geologi tertentu yang memudahkan terbentuknya rongga bawah tanah. Ada beberapa faktor alamiah yang berperan dalam proses ini, termasuk proses pelapukan batuan, perubahan aliran air, serta kondisi tanah yang kurang mampu menahan beban.

Tanda-tanda sinkhole

Dalam penjelasannya, Wahyu menyampaikan, ada sejumlah tanda alam yang sering mendahului terjadinya sinkhole. Perubahan kecil di permukaan tanah seperti rekahan atau retakan, turunnya permukaan tanah secara perlahan, atau munculnya genangan air di area yang biasanya kering dapat menjadi sinyal awal bahwa ada rongga yang mulai terbentuk di bawah permukaan.

Selain itu, perubahan kondisi air tanah seperti penurunan secara drastis saat musim kemarau atau naiknya air tanah secara tiba-tiba, bisa berdampak pada kestabilan lapisan tanah. Ketika air meresap ke dalam tanah dan melarutkan material bawah tanah, rongga bisa berkembang sampai suatu titik di mana permukaan tanah tidak mampu lagi menahan tekanan dan runtuh.

Meski demikian, tidak semua tanda fisik kecil di permukaan tanah akan berlanjut menjadi sinkhole besar. Perlu kajian geologi yang komprehensif untuk mengetahui apakah retakan tanah atau perubahan bentuk permukaan merupakan bagian dari proses sinkhole atau fenomena lain yang bersifat lokal dan sementara.

“Apabila teridentifikasi tanda-tanda tersebut sebaiknya masyarakat segera melapor pada pihak berwajib dan tidak mendekatinya,” jelasnya.

Dalam skala besar, lanjut Wahyu, dapat memberikan dampak pada lingkungan dan manusia. Dampak lingkungan seperti perubahan topografi, hilangnya ekosistem flora dan fauna akibat runtuhan, pencemaran air tanah, hingga erosi. Dampak yang dapat ditimbulkan dalam aktivitas manusia seperti ancaman keselamatan, dan relokasi pemukiman apabila terjadi di area tersebut.

“Marilah selalu siaga pada lingkungan sekitar terutama saat masih musim penghujan,” pungkasnya.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses