YLBHI: negara tampil inkompetensi dan gagal menghadapi bencana di Sumatera
Di tengah kondisi ekologis yang rapuh, negara justru gagal menghadirkan sistem tanggap darurat yang memadai.
Arsip topik
Kumpulan liputan, analisis, dan pembaruan terbaru dalam topik ini. Gunakan arsip ini untuk menelusuri konteks editorial secara berurutan.
Di tengah kondisi ekologis yang rapuh, negara justru gagal menghadirkan sistem tanggap darurat yang memadai.
Penanganan bencana harus dilakukan secara multidimensi. Sains iklim untuk deteksi dini dan perencanaan, penegakan hukum menjadi langkah preventif.
Angin kencang dan hujan lebat makin sering terjadi sementara alokasi anggaran penanganan bencana semakin menciut.
Bantuan yang dibutuhkan korban bencana Sumatera belum terpenuhi. Ada kesenjangan besar antara skala kerusakan dengan respon Jakarta
Musik seringkali menjadi pelarian, namun "Tamiangku" adalah konfrontasi. Liriknya ditulis bukan dari imajinasi, melainkan dari realitas lapangan
Menyelamatkan Gunung Slamet bukan soal menutup lubang tambang, tapi memulihkan martabat hutan sebagai penyangga kehidupan
Di pengungsian, perempuan korban bencana adalah manajer logistik dadakan, pelindung anak, sekaligus penjaga keamanan keluarga
Menggali keterkaitan berbagai isu lingkungan dan bencana yang terjadi di Indonesia dari berbagai sisi dan didasarkan pada pengalaman
WALHI: kerentanan ekologis meningkat akibat deforestasi, eksploitasi, dan lemahnya respons negara terhadap peringatan dini serta perlindungan ruang hidup masyarakat.
Memuat artikel...