Skip to content Skip to navigation Skip to footer

Babi Endemik dari Indonesia yang Terlihat Jelek dan Hampir Punah

Indonesia memiliki hewan endemik yang kerap disebut sebagai salah satu hewan terjelek di dunia. Hewan itu adalah babi kutil Jawa (Sus verrucosus) dan babi kutil Bawean (Sus blouchi). Tetapi nasib dari kedua spesies babi ini terancam punah, karena sering dianggap sebagai hama.

Babi kutil bukan sekadar babi biasa. Sus verrucosus dan Sus blouchi adalah spesies babi endemik yang hanya ditemukan di Indonesia, yaitu di Pulau Jawa dan Bawean. Keduanya termasuk dalam keluarga Suidae, berbeda dari babi hutan biasa karena wajahnya yang penuh tonjolan seperti kutil. 

Tonjolan-tonjolan di wajahnya yang terlihat seperti kutil sebenarnya bukan penyakit, tetapi struktur alami tubuhnya. Kutil-kutil tersebut berisi lemak, bukan tumor maupun infeksi. Semakin besar kutil di wajahnya, justru menunjukkan semakin sehat dan berlemak babi tersebut.

Babi kutil Jawa hidup di berbagai jenis hutan, termasuk hutan sekunder dan tegakan jati, hingga sempadan lahan pertanian yang berbatasan dengan hutan. Mereka termasuk satwa omnivora, memakan biji-bijian, akar, umbi-umbian, daun, bahkan kulit kayu.

Sementara babi kutil Bawean, meskipun memiliki kisaran yang lebih sempit di Pulau Bawean, tapi menunjukkan pola kehidupan yang serupa sebagai babi liar yang menyusuri habitat alami untuk mencari makanan. Kedua spesies umumnya memiliki pola gerak dan perilaku yang tersembunyi, membuatnya jarang terlihat oleh manusia di alam liar.

Habitat yang terancam punah

Ancaman terhadap keberadaan babi kutil sangat nyata. Ada dua faktor utama yang menyebabkan penurunan populasi mereka, yaitu hilangnya habitat hutan alami dan perburuan oleh manusia. Hutan yang rusak karena alih guna lahan pertanian atau pembangunan menyebabkan ruang hidup babi kutil semakin terdesak.

Selain itu, stigma negatif dari masyarakat setempat terhadap babi kutil sebagai satwa yang merusak tanaman juga berkontribusi terhadap perburuan yang dilakukan untuk mengusir atau membunuh binatang tersebut. Keadaan ini semakin mempercepat penurunan populasinya di alam.

Status kedua spesies ini kian memprihatinkan. Babi kutil Jawa dimasukkan dalam Daftar Merah Spesies Terancam Punah oleh lembaga konservasi internasional IUCN sejak 2016, dengan penurunan populasi yang serius akibat berkurangnya habitat dan tekanan dari perburuan.

Populasi babi kutil Bawean bahkan lebih rapuh lagi, karena hanya hidup di satu pulau kecil dengan area terbatas. Tekanan terhadap habitat relatif kecil pulau tersebut dapat berakibat pada hilangnya populasi secara total jika tidak ada langkah konservasi efektif.

Upaya konservasi

Menyadari ancaman serius tersebut, berbagai pihak kini mencoba bersatu untuk menyelamatkan babi kutil. Bahkan Kementerian Kehutanan siap berperan sebagai fasilitator dalam konservasi dua jenis babi kutil endemik Indonesia, termasuk Sus verrucosus dan Sus blouchi.

Selain itu, organisasi seperti Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI) mendorong media massa dan media sosial untuk lebih aktif mempromosikan babi kutil kepada masyarakat luas. Promosi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya keberadaan kedua spesies tersebut dan mengubah cara pandang negatif yang selama ini melekat.

Babi kutil bukan sekadar satwa unik dengan wajah berbintik kutil, tetapi bagian penting dari ekosistem hutan Indonesia. Peran ekologisnya sebagai pemakan berbagai material vegetatif membantu proses siklus nutrisi tanah dan memengaruhi struktur vegetasi di habitatnya.

Melalui konservasi berkelanjutan yang melibatkan pemerintah, lembaga konservasi, media, dan masyarakat, masih ada harapan bagi babi kutil Jawa maupun Bawean untuk bertahan di alam. Upaya perlindungan habitat, edukasi publik, serta strategi mitigasi konflik antara manusia dan satwa liar menjadi kunci dalam memastikan bahwa satwa ini tidak hanya menjadi cerita masa lalu yang punah, tetapi tetap hidup sebagai bagian dari keanekaragaman hayati Indonesia.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses