Skip to content Skip to navigation Skip to footer

Menghidupkan Kembali Terumbu Karang di Teluk Ekas

Dalam rangka memperingati Hari Laut Sedunia yang jatuh pada 9 Juni 2026, sebuah inisiatif restorasi ekosistem laut tengah berlangsung di Teluk Ekas, Lombok Timur. Upaya ini merupakan bentuk kolaborasi strategis antara resor tepi pantai Innit Lombok dengan organisasi nirlaba Indonesia Biru Foundation (IBF).

Langkah ini menjadi babak baru bagi Innit Lombok dalam menjalankan komitmen keberlanjutannya, sekaligus mempertemukan dunia perhotelan dengan dunia konservasi untuk menjaga salah satu ekosistem pesisir yang krusial di Indonesia.

Proses rehabilitasi ini tidak dilakukan secara sembarangan. Saat ini, perbaikan terumbu karang tengah berjalan di tiga lokasi yang dipilih secara cermat berdasarkan kesesuaian ekologis, kondisi perairan, dan potensi pemulihan jangka panjang.

Bersama Indonesia Biru Foundation, proses dimulai dengan perakitan struktur logam khusus yang berfungsi sebagai media penempelan fragmen karang. Sebanyak 20 fragmen karang telah ditanam di area seluas kurang lebih 20 meter persegi. Untuk memastikan keberhasilan restorasi, setiap tahapan akan dipantau secara berkala melalui pendekatan ilmiah guna mengamati adaptasi dan pertumbuhan karang. Para ahli memperkirakan tanda-tanda perkembangan awal akan mulai terlihat dalam kurun waktu satu tahun ke depan.

“Konservasi yang bermakna lahir dari kolaborasi. Dalam program ini, Indonesia Biru Foundation hadir dengan keahlian ilmiah dan pemantauan jangka panjang, sementara Innit Lombok memberikan dukungan di lapangan, dari akses lokasi hingga fasilitasi operasional,” ujar Matthew Angga, Resort Manager Innit Lombok.

Restorasi Kolaboratif

Restorasi ini tidak hanya berfokus pada ekologi, tetapi juga pemberdayaan komunitas lokal. Indonesia Biru Foundation telah menggelar sesi edukasi bagi warga Kampong Berore, Desa Ekas Buana, untuk membangun kesadaran akan pentingnya konservasi laut sekaligus melibatkan mereka dalam proses perakitan struktur terumbu karang.

Soraya Al Rashid, Wakil Direktur Indonesia Biru Foundation, menekankan pentingnya konsistensi dalam melakukan kebaikan bagi alam. “Dalam rangka World Ocean Day ini, saya mau mengingatkan kami semua untuk teruslah melakukan kebaikan dan mengajarkan kebaikan walaupun sedikit. Jangan putus asa terhadap usaha kita, kecil tidak apa yang penting konsisten,” ujar Soraya.

Uniknya, Innit Lombok juga membuka kesempatan bagi para tamu resor untuk terlibat langsung dalam upaya ini. Sebagai bagian dari pengalaman menginap, tamu dapat menyaksikan dan berpartisipasi dalam proses restorasi. Inisiatif ini diharapkan dapat mengubah perspektif tamu, dari sekadar penikmat keindahan laut menjadi bagian aktif dalam upaya pelestariannya.

Langkah ini merupakan perwujudan komitmen keberlanjutan yang telah menjadi bagian integral dari operasional sehari-hari di Innit Lombok. Dengan memadukan prinsip keberlanjutan dan keaslian budaya, resor yang dirancang oleh arsitek ternama seperti Andra Matin, Gregorius Supie Yolodi, dan Maria Rosantina ini, berusaha menyelaraskan konsep pariwisata dengan perlindungan lingkungan yang berkelanjutan.

Sementara itu, Indonesia Biru Foundation, yang didirikan pada tahun 2020 oleh ilmuwan kelautan Andrean Saputra, terus berkomitmen memulihkan terumbu karang yang rusak melalui pendekatan berbasis data dan kemitraan dengan komunitas lokal serta lembaga penelitian.


Jurnalisme lingkungan Indonesia butuh dukungan Anda. Bantu Ekuatorial.com terus menyajikan laporan krusial tentang alam dan isu iklim.


Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses