Konflik Agraria 2025 Meningkat Tajam, Tekanan Investasi dan Kebijakan Jadi Pemicu
Lonjakan konflik agraria pada 2025 memperlihatkan bahwa persoalan tata kelola lahan masih menjadi pekerjaan besar.
Arsip topik
Kumpulan liputan, analisis, dan pembaruan terbaru dalam topik ini. Gunakan arsip ini untuk menelusuri konteks editorial secara berurutan.
Lonjakan konflik agraria pada 2025 memperlihatkan bahwa persoalan tata kelola lahan masih menjadi pekerjaan besar.
Jika ada pelajaran yang bisa diambil dari perang ini, maka itu adalah kebutuhan mendesak untuk mempercepat transisi energi
Mamuju masuk ke dalam kategori High Natural Background Radiation Areas (HNBRA) atau wilayah dengan paparan radiasi alam yang tinggi.
Karst Sagea dan Telaga Legaleyol adalah bentang alam yang kaya akan sumber air dan vegetasi, sekaligus jantung kehidupan warga setempat baik secara ekologis maupun...
Akar permasalahan bukan sekadar hujan deras belaka, tetapi berkaitan erat dengan struktur tanah dan kondisi geologi lokal.Â
Masyarakat Adat Rantau Kasai menolak tanah ulayat mereka digunakan oleh PT Agrinasi kembali memanaskan konflik agraria di Rokan Hulu.
Mahasiswa Unesa berinovasi dengan Revoplast, mengolah limbah plastik menjadi produk ekonomi yang ramah lingkungan.
Kekerasan pada masyarakat adat tak selalu berupa senjata. Tapi, sering menjelma pada bentuk yang lebih menakutkan, seperti penggusuran.
Photovoice mengajak warga untuk merekam dan memaknai sendiri risiko banjir yang mereka hadapi melalui fotografi
Memuat artikel...