Kronologi Penemuan hingga Penguburan Gajah Sumatera Korban Banjir di Pidie Jaya
BKSDA Aceh memastikan kematian Gajah Sumatera murni akibat bencana alam, bukan karena perburuan atau konflik dengan manusia.
BKSDA Aceh memastikan kematian Gajah Sumatera murni akibat bencana alam, bukan karena perburuan atau konflik dengan manusia.
Tumbuhan endemik itu terdiri atas 11 spesies dari famili Araceae dan satu spesies dari genus Syzygium (Myrtaceae).
Angka kehilangan biodiversitas di Sumatera diproyeksikan mencapai sekitar 15 persen pada tahun 2050.
Para peneliti mengidentifikasi spesies baru burung elang-kuak (hawk-cuckoo) yang sebelumnya tidak pernah secara formal dikenali oleh ilmu pengetahuan.
Bojonegoro menjadi “benteng terakhir” bagi anggrek larat hijau ini dengan populasi kritis sebanyak 215 individu.
Tebet Eco Park memiliki potensi menjadi habitat berbagai jenis fauna burung serta amfibi dan reptil.
Rusaknya Batang Toru bukan hanya merugikan warga korban banjir, hutan ini satu-satunya rumah bagi orangutan Tapanuli.
Spesimen ikan ini ditemukan di sejumlah lokasi, termasuk Danau Wis, Danau Jempang, dan beberapa anak Sungai Mahakam.
Perangkap jerat bagi gajah liar, fragmentasi hutan, serta konflik antara manusia dan satwa, masih menjadi ancaman bagi gajah sumatera.
Memuat artikel...