Aceh Timur, Ekuatorial – Menjawab tantangan hemat energi dan ramah lingkungan, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), melalui Makodim 0104 Aceh Timur melaksanakan program pemasangan Listrik Hemat Energi Tentara Rakyat (Lentera), Kompor Babinsa Rakyat (Kombara) dan Motor Gas Tentara Rakyat (Mogantara). Program yang mulai diluncurkan Selasa (17/3) ini dititik beratkan pada masyarakat miskin yang tinggal di desa dan belum terjangkau aliran listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Adi Wirawan, dari Kodim 0104 Aceh Timur mengatakan lentera biasa disebut Limar (Listrik Masyarakat) diberikan secara gratis oleh TNI AD kepada warga miskin, yang rumahnya belum ada jaringan listrik. Beberapa rumah warga yang sudah dipasang limar yaitu di Desa Buket Seuleumak Aceh Timur atas nama Muhamad Hasan, dan beberapa warga lainnya mendapat kompor hemat energi (Kombara).

Muhamad Hasan mengaku lentera sangat membantu warga miskin yang tidak mampu memasang jaringan listrik karena biayanya sangat mahal. “ Biasanya kami membeli minyak tanah untuk menyalakan lampu, sejak memakai lentera lebih hemat biaya dan mudah,” ungkap Hasan.

Limar atau lentera menggunakan tenaga baterai. Sama seperti baterai yang digunakan untuk mobil. Satu baterai hanya bisa digunakan untuk satu unit lentera yaitu lima titik bola lampu. Satu rumah warga mendapat bantuan satu unit lentera. Perangkat listrik ini telah dimodifikasi khusus karena memakai sumber listrik baterai dan dan dijamin tidak ada kebakaran serta tahan untuk waktu 10 tahun.

“Jika setiap hari listrik menyala selama delapan jam maka bantearai dapat bertahan selama satu bulan tanpa perlu diisi ulang kembali,” ucap Adi Wirawan.

Satu unit perangkat lentera ini diperkirakan seharga Rp 2.200.000. Aji Syah warga Desa Meulidi, Aceh Timur mengatakan bantuan listrik masyarakat tersebut tidak hanya diberikan untuk rumah warga tetapi juga untuk tempat anak-anak mengaji, karena ini untuk kebutuhan umum warga. “ Meunasah dan tempat mengaji anak-anak kalau bisa juga dibantu listrik masyarakat,” ungkap Aji Syah.

Selain lentera atau listrik masyarakat, TNI AD juga memodifikasi kompor hemat bahan bakar minyak yaitu Kombara (Kompor Babinsa Rakyat). “Kombara untuk mengatasi masalah keterbatasan minyak tanah,” ungkap Adi Wirawan.

Kompor modifikasi ini menggunakan kayu bakar tepatnya ranting kayu, dilengkapi kipas dan tatakan periuk yang cepat panas sehingga tidak banyak mengunakan kayu bakar dan tanpa minyak tanah.

Sedangkan Mogantara atau BBG (Becak Bahan Bakar Gas) adalah hasil modifkasi dari anggota TNI AD. Becak motor yang menggunakan bahan bakar gas diberikan untuk warga miskin yang berprofesi sebagai penarik becak. BBG ini menggunakan tabung gas 3 kilogram (kg). Untuk satu tabung dapat bertahan selama empat hari, dalam kondisi becak terus berjalan. Becak bahan bakar gas lebih hemat dibandingkan becak bahan bensin yang setiap hari menghabiskan sedikitnya tiga liter bensin atau Rp 20 ribu. Sementara satu tabung gas 3 kg harganya Rp 20 ribu dan dapat bertahan selama 4 hari. Biaya modifikasi satu unit becak motor Rp 500.000.

Bantuan becak motor bahan bakar gas rencananya akan diberikan untuk 20 orang warga miskin penarik becak di Kota Langsa. Saat ini baru dua unit becak yang sudah dimodifikasi dan diberikan kepada masyarakat. Namun Adi Wirawan mengatakan titik berat program ini adalah listrik dan kompor.

Hingga saat ini, untuk periode pertama 10 unit lentera atau listrik masyarakat sudah dipasang, lima unit becak sudah dimodifikasi dan tujuh unit kombara disiapkan. “Target sebanyaknya dan tanpa batas waktu”, ucap Adi Wirawan. Ivo Lestari

Ada Kontradiksi Rencana Tata Ruang Aceh Tamiang
Empat Desa Aceh Timur Terisolir Akibat Banjir
Petani Aceh Timur Produksi Racun Organik Ramah Lingkungan

There are no comments yet. Leave a comment!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.