Pemerintah Kota Palembang meluncurkan program gotong-royong yang diharapkan dapat menanggulangi permasalahan sampah di kota ini. Namun program yang telah berjalan selama tiga tahun in belum juga membuahkan hasil yang memuaskan. Pemerintah Palembang masih terus berhadapan dengan tumpukan sampah yang memenuhi sudut jalan dan beberapa sungai yang seharusnya bebas dari polusi sampah.

Palembang, SUMATERA SELATAN. Gotong Royong adalah program unggulan Pemerintah Kota Palembang yang bertujuan tidak hanya menangani masalah sampah, tapi juga mengembalikan fungsi sungai. Kegiatan gotong royong dilakukan setiap akhir pekan dan diikuti oleh pegawai pemerintah dan warga yang dipimpin langsung oleh Walikota Palembang, Harnojoyo. Program tersebut membawa Palembang meraih beragam penghargaan di bidang lingkungan hidup, termasuk Piala Adipura. Program gotong royong bertujuan mengubah kebiasaan masyarakat yang gemar membuang sampah sembarangan. Namun, setelah lebih dari tiga tahun, masalah sampah di kota Palembang belum sepenuhnya teratasi. Masyarakat masih membuang sampah ke sungai dan saluran air, seperti yang terjadi di kawasan rumah susun di Kelurahan 24 Ilir dan kawasan DAS Sungai Tawar, di Kelurahan 28 Ilir. Saluran air di sekitar kawasan pemukiman tersebut dipenuhi oleh sampah. Meskipun kegiatan gotong royong sudah pernah dilakukan, tetap tidak ada perubahan.
Menurut Walhi Sumatra Selatan, program Gotong Royong belum berhasil mendidik masyarakat mengubah perilaku mereka membuang sampah ke sungai. Mereka beralasan bahwa lokasi pemukiman jauh dari tempat pembuangan sampah. Pemerintah masih harus membangun kesadaran masyarakat terhadap lingkungan, contohnya memberikan penghargaan kepada mereka yang menjaga lingkungan sebagai apresiasi. EKUATORIAL.

There are no comments yet. Leave a comment!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.