Penurunan debit air di kali Kamworker akibat berkurangnya luas hutan di Buper Distrik Heram, Papua. Penanaman ratusan pohon sebagai solusi dari Walhi Papua.

Penurunan debit air di kali Kamworker akibat berkurangnya luas hutan di Buper Distrik Heram, Papua. Penanaman ratusan pohon sebagai solusi dari Walhi Papua.
Penanaman phon oleh Walhi Papua. (Walhi Papua)

Berkurangnya luas hutan di Bumi Perkemahan (Buper) Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua mengakibatkan debit air di kali Kamworker semakin berkurang. Diperlukan penanaman pohon untuk menjaga sumber air.

Guna menjaga alam dan melestarikan hutan di kawasan Buper Distrik Heram, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Papua berkolaborasi melakukan penanaman ratusan bibit pohon.

Kolaborasi dilakukan dengan Dinas Kehutanan Kota Jayapura, Kepala Lurah Kelurahan Hedam dengan melibatkan unit kegiatan mahasiswa Demokrasi, Ham dan Lingkungan (UKM Dehaling) Universitas Cenderawasih (Uncen), Komunitas Mahasiswa Peduli Alam Papua (Kompap), perwakilan mahasiswa basis asrama dari kabupaten Nabire, Keerom, Tambrauw, Merauke, Mappi, dan Boven Digoel.

“Kami tadi menanam ratusan pohon di Buper. Ini bersamaan dengan hari aksi sedunia. Kami tahu Buper ini adalah penyangga dari sumber air yang ada di kota Jayapura. Sekarang kita bisa lihat, karena berkurangnya hutan di Buper dan sekitarnya mengakibatkan air di kali Kamworker semakin berkurang. Karena itulah kami kembali menanam ratusan pohon di Buper,” ujar Direktur Eksekutif Daerah Walhi Papua Maikel Primus Peuki, diakses dari laman resmi, Sabtu, 13 April 2024.

Penanaman pohon, kata Peuki justru menyampaikan pesan moral kepada Pemkot Jayapurav agar bisa bermitra dengan LSM dan komunitas mahasiswa yang selama ini peduli terhadap lingkungan.

“Kami berharap supaya pemerintah kota Jayapura dinas terkait agar bisa berkolaborasi dengan LSM dan komunikasi mahasiswa yang ada di kota Jayapura, juga masyarakat yang ada di kota Jayapura, agar hutan bisa dijaga,” katanya.

Relawan Walhi Papua Elias Ndiwaen Mahuze mengatakan, kurang lebih 100 binit pohon yang ditanam guna memperingati hari hutan se dunia tahun 2023.

“Jumlah pohon yang kami tanam sebanyak 100 pohon. Kami memiliki beberapa harapan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar dan menjadi warisan yang baik bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Peduli lingkungan, lanjut dia, menjadi contoh yang baik bagi masyarakat di sekitar sehingga menginspirasi khalayak umum untuk lebih peka terhadap lingkungan hidup.

“Dan bisa melakukan aksi nyata untuk menjaga kelestariannya. Kami berharap bahwa kegiatan ini dapat menjadi awal dari perubahan yang positif dalam cara pandang dan perilaku masyarakat terhadap lingkungan hidup,” katanya.

There are no comments yet. Leave a comment!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.