Pentingnya mengembalikan sampah ke produsen. Produsen FMCG perlu bertanggung jawab atas sampah plastik dari produk mereka.

Kenapa kita perlu mengembalikan sampah kita ke produsen? Untuk mengatasi krisis pencemaran plastik, tanggung jawab para produsen, terutama perusahaan FMCG (Fast-moving Consumer Goods) memiliki peran penting yang menentukan. FMCG selaku pemilik produk sudah seharusnya bertanggung jawab atas sampah dari produknya dengan menarik kembali kemasan produk tersebut dan mengelolanya setelah konsumsi.

“Masa depan bebas sampah plastik tidak akan bisa tercapai tanpa menyasar akar permasalahannya, yaitu produksi plastik sekali pakai dari para produsen yang berlebihan serta ketergantungan kita terhadap produk kemasan plastik sekali pakai,” demikian penjelasan Greenpeace Indonesia, diakses dari laman resmi, Sabtu, 22 Juni 2024.

Memangnya ada yang mengatur?

Ada. Melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan no. 75 tahun 2019, produsen diminta bertanggung jawab dan mengurangi sampah dari produk mereka sampai dengan 30% pada tahun 2030. Kewajiban ini juga tertera pada Undang-Undang no. 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, khususnya pasal 15 dan 16, produsen wajib mengelola kemasan dan/atau barang yang diproduksinya yang tidak dapat atau sulit terurai oleh proses alam.

Apakah pernah ada aksi seperti ini?

Aksi pengembalian sampah ke produsen pernah dilakukan sebelumnya di berbagai negara dan dikenal dengan istilah “Return to Sender”.

Kenapa Unilever?

Karena menurut laporan Audit Merek (Brand Audit) dalam 5 tahun terakhir, Unilever merupakan salah satu perusahaan FMCG terbesar yang selalu masuk ke dalam daftar pencemar tertinggi, baik secara nasional maupun global. Audit Merek yang dilakukan di 4 negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, mendapati Unilever sebagai pencemar teratas dengan jumlah total kemasan plastik sekali pakai sebanyak 1.851.

Jadi, kami mendorong agar Unilever dapat berkomitmen secara serius untuk bertanggung jawab atas sampah kemasan produk mereka dan menjadi salah satu perusahaan pertama dalam meninggalkan kemasan plastik sekali pakai.

Apa saja jenis sampah yang dikumpulkan?

Semua jenis sampah dengan merek Unilever dalam kondisi apa pun (tidak harus utuh ataupun bersih). Berikut contoh produk-produk dari Unilever: Food and Beverage, Personal Care, Household Product.

Di mana dan sampai kapan pengumpulan dilakukan?

Lokasi pengumpulan sampah kemasan plastik sekali pakai dari Unilever akan dilakukan di berbagai titik Kota Jakarta, pada tanggal 10 – 16 Juni 2024.

Lalu, bagaimana solusi dan langkah berikutnya?

Sampah-sampah yang telah dikumpulkan akan kami bawa dan kembalikan ke perusahaan Unilever sebagai bentuk tanggung jawab mereka agar tidak mencemari lingkungan. Bersama-sama, Greenpeace akan mendorong Unilever untuk membuat komitmen yang lebih serius dalam rencana pengurangan plastik sekali pakai dan berani membuka peta jalan pengurangan sampah mereka kepada publik secara luas.

There are no comments yet. Leave a comment!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.