Ekuatorial

Environmental News Syndication

Pulau Nol Sampah: Sudah Efektifkah Penanggulangan Sampah Berbasis Kolaborasi?

Seorang pemulung sampah di daerah pemukiman berpenghasilan rendah di Jakarta. Menurut laporan jurnal Science tahun 2015, hampir setengah dari 3,2 juta ton sampah plastik yang dihasilkan Indonesia setiap tahunnya, berakhir di lautan. Sumber: Farhana Asnap / World Bank Flickr

Februari 21, 2019

Oleh Jekson Simanjuntak

Kepulauan Seribu, JAKARTA. Pulau Pramuka dengan penduduk hampir dua ribu jiwa, seperti halnya dengan pulau-pulau lain, dihadapi dengan permasalahan pengelolaan sampah yang berdampak signifikan terhadap lingkungan. Dinas lingkungan hidup Kepulauan Seribu mencatat 40 ton sampah per hari. Hampir 60 persen dari jumlah tersebut merupakan sampah plastik.

Untuk menanggulangi masalah sampah, pemerintah Kepulauan Seribu bersama warga, telah melakukan sejumlah inisiatif termasuk mendaur ulang sampah dan memproses sampah menjadi sumber energi untuk kebutuhan memasak. Rumah Hijau yang didirikan warga, juga memiliki misi ketahanan pangan serta mejaga lingkungan, melalui penanaman mangrove, perkebunan hidroponik, pengolahan sampah menjadi kompos, serta pengolahan air hujan.

Kolaborasi sedemikian rupa memang menjadi indikator akan kesadaran akan dampak buruk sampah yang lebih baik dan pemahaman bahwa tanggungjawab dalam penanggunalangan sampah, tidak semata-mata milik salah satu pemangku kepentingan. Ekutaorial.

 

Liputan ini diterbitkan selain untuk meningkatkan kesadaran akan peduli sampah, juga untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional pada tanggal 21 Februari 2019.

×

Find the location

Find

Result:

Latitude:
Longitude:

Perbesar:

Selesai geocoding

×

Kirim tulisan

Ingin berbagi tentang Indonesia? Mari berkontribusi dalam pemetaan ini dengan mengirimkan tulisan Anda. Bantu lebarkan pemahaman dunia tentang peranan global dari kawasan penting ini.

Cari lokasi dalam peta

Cari lokasi dalam peta