Ekuatorial

Environmental News Syndication

Senjakala Subak Pulau Dewata

Jatiluwih terdiri dari sekitar 600 hektar sawah yang mengikuti topografi lereng bukit yang mengalir dari pegunungan Batukaru, Kabupaten Tabanan, Bali. Sumber: Mickey Peressia/CNN TV Indonesia.

Mei 05, 2020

Oleh Miftah Faridl

Sistem pengairan tradisional Bali, yang biasa disebut Subak adalah warisan bernilai tinggi. Subak tidak hanya mengenai sistem pengairan tapi juga menyangkut sistem sosial dan kehidupan masyarakat yang sudah berusia ribuan tahun. Walau unggul dan penuh tradisi, tapi Subak juga mengalami tekanan karena perubahan ekonomi masyarakat Bali yang semula adalah masyarakat agraris, dan kemudian berubah mengandalkan industri pariwisata. 

Liputan in-depth ini menceritakan bagaimana pergulatan masyarakat adat di Daerah Aliran Sungai (DAS) Yeh Ho di Kabupaten Tabanan dan Desa Peladung di Kabupaten Karangasem, yang hidup sebagai petani, berhadapan langsung dengan dampak investasi.

Di satu sisi, investasi dianggap sebagai pintu terbukanya mimpi-mimpi kesejahteraan. Di sisi lain, ada kenyataan yang harus mereka hadapi; hancurnya sistem religi (Tri Hita Karana) yang dimanifestasikan dalam Subak.

Air yang menjadi sumber kehidupan, termasuk Subak, menjadi komoditas yang diperebutkan. Subak yang menyandarkan harapan hidup dari ketersediaan air dari sumber mata air dan sungai, berjibaku melawan industri pariwisata dan konsumsi air minum dalam kemasan yang merebut sumber-sumber mata air Subak. Kepungan kepentingan ini, telah meredupkan masa depan Subak di Pulau Dewata. 

Sampai saat ini, para petani Subak yang menghidupi jutaan manusia, masih terus menjalankan Subak-nya di tengah kepungan perusahaan dan industri pariwisata.

Liputan ini juga menyoroti keberhasilan masyarakat adat di Desa Peladung, Karangasem dalam menghadapi godaan investasi yang ingin menguasai sumber air mereka. Bagi para petani ini, menjadi petani adalah bentuk pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa, Sang Hyang Widhi.

Liputan ini merupakan kerjasama antara CNN TV Indonesia dan Ekuatorial.com, yang didukung oleh Internews’ Earth Journalism Network, dan telah ditayangkan pada tanggal 25 April 2020.

×

Find the location

Find

Result:

Latitude:
Longitude:

Perbesar:

Selesai geocoding

×

Kirim tulisan

Ingin berbagi tentang Indonesia? Mari berkontribusi dalam pemetaan ini dengan mengirimkan tulisan Anda. Bantu lebarkan pemahaman dunia tentang peranan global dari kawasan penting ini.

Cari lokasi dalam peta

Cari lokasi dalam peta