Dibantah Bahlil, Greenpeace Beberkan Bukti Raja Ampat Belum Aman dari Tambang Nikel
Greenpeace Indonesia membalas bantahan tersebut dengan memaparkan data dan fakta lapangan yang bertolak belakang.
Arsip topik
Kumpulan liputan, analisis, dan pembaruan terbaru dalam topik ini. Gunakan arsip ini untuk menelusuri konteks editorial secara berurutan.
Greenpeace Indonesia membalas bantahan tersebut dengan memaparkan data dan fakta lapangan yang bertolak belakang.
Paradigma pembangunan kelautan Indonesia selama ini cenderung bertumpu pada pemanfaatan sumber daya alam secara ekstraktif dan perlindungan ekosistem yang terpisah.
Tepat satu tahun setelah gelombang kampanye #SaveRajaAmpat bergema pada pertengahan 2025, Greenpeace menegaskan kepulauan yang dikenal sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati laut terkaya...
Kemajuan teknologi ini melahirkan apa yang disebut sebagai “paradoks sensor”. Kondisi ini terjadi saat kemampuan alat melacak mineral semakin tajam, tetapi di saat yang...
Penurunan mutu dan volume pakan berakibat mendasar pada degradasi kesehatan fisik dan psikologis satwa, serta secara terang-terangan mematahkan fungsi utama lembaga konservasi sebagai benteng...
Memasuki bulan Juli ritme kebakaran justru bergerak kian agresif. Dalam rentang pertengahan hingga akhir Juli 2026, BPBD Kota Palangka Raya mencatat akumulasi luasan lahan...
Penemuan Tomiyamichthys oriens berawal dari sampel dua individu ikan gobi udang hias laut yang dikoleksi dari perairan pesisir Banyuwangi.
Melindungi Tanah Papua bukan sekadar pilihan sukarela, melainkan kewajiban mutlak jika Indonesia—dan dunia—ingin tetap memiliki masa depan.
Luas lahan yang direncanakan setara lebih dari lima kali luas wilayah DKI Jakarta, sekaligus menambah daftar ekspansi sawit skala besar dengan dalih proyek strategis...
Memuat artikel...