Jakarta, Ekuatorial – Indonesia gagal memasukkan produk Crude Palm Oil – CPO  ke pasar APEC karena dinilai tidak memenuhi standar lingkungan yang ditetapkan oleh badan lingkungan Amerika Serikat, yakni Environmental Protektion Agency – EPA. Dimana, EPA menyatakan bahwa produk CPO hanya bisa mereduksi emisi karbon sebesar 17%. Padahal EPA menetapkan standar minimal 20%.untuk emisi karbon dari kelapa sawit. Sementara, produk  CPO Indonesia masih berkisar di bawah angka 20%, yang mengakibatkan Indonesia tidak mendapatkan keringanan tariff hingga 5% dan mengakibatkan produk CPO Indonesia tidak kompetitif di APEC serta dipastikan ekspor produk tersebut akan menurun.

Direktur Jenderal – Dirjen Kerjasama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Iman Pambbagyo mengatakan, upaya untuk memasukkan CPO dalam Environmental Good List – EG list pada pertemuan APEC tahun ini tidak mungkin dilakukan. Namun, sebagai gantinya Indonesia mendorong produk-produk ramah lingkungan dan produk yang bisa diperbaharui – Renewable untuk masuk EG list tahun ini.Selain itu juga harus berkontribusi pada pembangunan pedesaan dan pengentasan kemiskinan.

Sebelumnya, Institut Pertanian Bogorr – IPB menilai berdasarkan hasil penelaahan, sejumlah asumsi dan data yang digunakan oleh EPA mungkin perlu ditinjau kembali. Seperti dikutip Jurnas. Kamis, 3 Mei 2012.

Dimana, penelitian yang dilakukan para tim ahli dari IPB menyajikan hal yang berbeda. Hasil perhitungan emisi CO2 yang dilakukan Tim IPB adalah sebesar 50 ton CO2 per hektar per tahun atau setara dengan reduksi 28 persen emisi.

Angka ini lebih tinggi dari yang dipersyaratkan EPA sebesar 20 persen emisi. Dengan demikian kelapa sawit menjadi bahan yang aman untuk digunakan sebagai bahan biodisel dibandingkan dengan bahan penghasil minyak nabati lainnya dan telah memenuhi Renewable Fuel Standard, (ID)

There are no comments yet. Leave a comment!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.