Jakarta, Ekuatorial – Perusahaan Listrik Negara – PT PLN (Persero) terus genjot penggunaan pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan – EBT dengan memanfaatkan limbah kelapa sawit sebagai bahan bakar guna menghemat pemakaian bahan bakar minyak (BBM). PT PLN akan membangun pembangkit listrik tenaga biomasa berkapasitas 2 megawatt – MW di Sampit, Kalimantan Tengah bekerjasama dengan PT Atman Energy.

Penandatanganan Nota Kesepahaman – MoU (Memory of Understanding) antara PLN dengan PT Atman Energi dilakukan oleh General Manager PLN Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Yuddy Setyo Wicaksono dengan Direktur Utama – Dirut PT Atman Energy, Yoyo Hendrarsin disaksikan Direktu PLN Vickner Sinaga, beberapa waktu lalu.

Menurut Direktur PLN Vickner Sinaga, nantinya proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga biomasa jika telah selesai dan sudah operasional dapat menghemat bahan bakar minyak – BBM karena biaya produksi listrik biomasa lebih murah.

Sementara, Dirut PT Atman Energy Yoyo Hendrarsin mengatakan, akan memanfaatkan limbah cair sisa dari minyak kelapa sawit yang tidak terpakai dimana, gas metana yang ada akan dimanfaatkan menjadi sumber energi untuk menghasilkan listrik.

Kendala utama pengoperasian pembangkit ini adalah ketersediaan biomasa dan bahan baku paling efektif adalah cangkang sawit karena memiliki nilai kalori paling tinggi serta kadar air dan abu paling rendah dari bahan biomasa sawit lainnya, seperti serabut, tandan kosong, dan pelepah sawit. (ID)

There are no comments yet. Leave a comment!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.