Bandarlampung, Ekuatorial – Memasuki 10 hari bulan suci Ramadan 2015, volume sampah di Kota Bandarlampung mengalami kenaikan.

Data Dinas Kebersihan dan Pertamanan setempat mencatat, kenaikan volume sampah berkisar10 sampai 20 persen dari sekitar 850 ton per hari.

Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bandarlampung, Siswanto mengatakan kenaikan volume sampah ini rutin terjadi setiap bulan Ramadan dibandingkan bulan lainnya.

“Kalau melihat tren dari tahun-tahun sebelumnya, biasanya volume sampah akan terus meningkat hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri,“ kata Siswanto.

Dia menerangkan, peningkatan volume ini didominasi jenis sampah organik (sampah rumah tangga) dan non organik bekas kemasan makanan dan minuman. Karena itu, dia mengimbau masyarakat dan pedagang untuk meminimalisir penggunaan kemasan berbahan plastik.

Terpisah Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas ( UPTD) Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Bakung Setiawan Abadi mengatakan, dari awal Ramadhan hingga saat ini peningkatan volume sampah mencapai 850 ton.

Menurut Setiawan, faktor utama penyebab meningkatnya volume sampah, didorong peningkatan aktivitas transaksi ekonomi masyarakat.” Selama Ramadhan, aktivitas transaksi ekonomi masyarakat meningkat. Ini yang memicu peningkatan volume sampah,“ terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan lokasi pembuangan sampah di Bakung Teluk Betung tidak memungkinkan lagi untuk memenuhi sampah rumah tangga masyarakat.

“Luasnya hanya 15 hektare dan dalamnya 15 hektare, sedangkan setiap hari lebih dari 800 ton sampah datang. Kalau masyarakat tidak pandai menghemat sampahnya kita tidak akan tahu bagaimana nasibnya ke depan. Apalagi saat ini sedang memasuki musim kemarau. Percikan api bisa memicu kejadian kebakaran,” papar dia. Eni Muslihah

There are no comments yet. Leave a comment!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.