Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menemukan praktik pembalakan liar saat inspeksi titik api bersama Gubernur Jambi.

“Ya, kami banyak menemukan aktivitas illegal logging (pembalakan liar) di sana. Banyak dilakukan penebangan, tetapi tidak sampai habis sehingga tidak begitu kelihatan kalau pohonnya ditebang. Mereka cukup pintar,” demikian Menteri mengatakan. Menurut dia, lokasi pembalakan liar terletak di HPH Pesona Belantara yang bersebelahan dengan HPH Putra Duta. Dinas Kehutanan Provinsi Jambi diinstruksikan untuk menindaklanjuti temuan tersebut.

Siti Nurbaya menjelaskan bahwa dari pantauannya, kayu tebangan dibawa dengan transportasi kanal. Menurutnya, sangat jelas aktivitas tersebut ilegal. “Di lokasi, terpantau bekas kanal-kanal yang digunakan sebagai jalur transportasi. Meski begitu, Kementrian LHK bakal melakukan pengecekan terlebih dahulu. Setelah pantauan utara kita telah menandai titik koordinatnya,” kata dia.

Kunjungan Menteri Siti Nurbaya ke Jambi pada Sabtu (11/7) terkait bertambahnya titik api kebakaran lahan di Sumatera, termasuk Provinsi Jambi. Kawasan yang ia kunjungi antara lain Hutan Produksi Kumpeh di Kabupaten Muarojambi, serta Muara sabak dan Rantau Rasau di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Adapun, Gubernur Jambi Hasan Basri Agus mengatakan perlu ada pengecekan langsung dengan menurunkan petugas ke lapangan. “Saya tidak tahu apakah memang lokasinya di dalam hutan produksi atau tidak. Itu kan salah satu upaya kita, evaluasi terhadap kenyataan di lapangan. Tadi pihak Kehutanan dan Kapolda sudah sepakat untuk mengecek dan turun ke lapangan. Sebenarnya lokasi itu tidak termasuk Taman Nasional Berbak,” kata gubernur.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi Irmansyah Rahman mengakui adanya pembalakan liar di lokasi yang disebut. Namun, setelah beberapa kali operasi, selalu gagal. “Perlu kekuatan yang sinergi dari semua sektor,” kata Irmansyah. Antara

There are no comments yet. Leave a comment!

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.