Menurut BRIN, Indonesia memiliki potensi besar menghasilkan hidrogen hijau. Namun bahan bakar jenis ini membutuhkan teknologi dan energi besar yang ramah lingkungan.

Belakangan ini, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan penemuan Nikuba, mesin yang diklaim bisa mengubah air menjadi bahan bakar kendaraan bermotor.

Aryanto Misel, 67 tahun mengklaim alat temuannya ini bisa mengonversi air menjadi pengganti bahan bakar minyak.

Alat ini mengonversi air dengan konsep elektrolisis.

Elektrolisis adalah proses penguraian senyawa air menjadi oksigen dan hidrogen dengan menggunakan arus listrik.

Air menjadi media penyimpanan hidrogen yang jika diekstrak akan menjadi bahan bakar.

Proses elektrolisis merupakan proses bersih tanpa menyisakan emisi dalam gas rumah kaca.

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki banyak sumber daya air yang menjadi modal besar untuk memproduksi hidrogen sebagai bahan bakar bersih.

Ini menjadi solusi tepat untuk mitigasi krisis iklim.

Untuk menghasilkan gas hidrogen sebagai bahan bakar membutuhkan teknologi dan juga energi besar yang ramah lingkungan.

Saat ini Badan Riset dan Inovasi Nasional, BRIN, tengah mengembangkan green hidrogen dengan elektrolisis.

Dirjen EBTKE pun telah melakukan market sounding dan akan mendatangkan sejumlah unit produksi dari luar negri.

Pemerintah menargetkan 2029, Indonesia mampu memproduksi hidrogen dalam skala besar.

Dan pada 2040 bisa digunakan untuk komersil baik industri maupun transportasi.

***

Video: Glenys Octania

Text: Dea Devina

Liputan ini pertama kali disiarkan di Kompas TV pada tanggal 18 Agustus 2022 dan didukung oleh Climate Tracker dan Internews’ Earth Journalism Network melalui program beasiswa media Climate and Water Nexus.

*Gambar utama oleh vanitjan/Freepik

There are no comments yet. Leave a comment!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.