
Mahasiswa IPB University mengajarkan wawasan lingkungan kepada anak-anak Sekolah Dasar (SD). Praktik yang ditekankan antara lain tentang pengelolaan sampah, khususnya tidak membuang sampah sembarangan.
Program prolingkungan ini dijalankan oleh Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University di Desa Cibarengkok, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur melalui program kerja “Cibar-Edu: Cibarengkok Edukasi Lingkungan dan Pertemanan”.
Program tersebut merupakan kegiatan sosialisasi untuk kelas 4 dan kelas 5 dari tiga Sekolah Dasar (SD) di Desa Cibarengkok, yaitu SD Negeri Cibarengkok, SD Negeri Gegersari, dan SD Negeri Karamat yang pelaksanaannya digilir bergantian setiap hari. Sesuai dengan judul program kerja tersebut, sosialisasi yang dilakukan adalah mengenai lingkungan dan pertemanan.
“Materi sosialisasi tersebut kami pilih berdasarkan permintaan para guru dan kepala sekolah,” ungkap Fida Zalfa, salah satu penanggung jawab program kerja Cibar-Edu, diakses dari laman IPB University, Sabtu, 25 Januari 2025.
“Walaupun dari pihak sekolah sudah mengajarkan untuk membuang sampah pada tempatnya, tetapi ada beberapa anak yang masih membuang sampah sembarangan. Selain itu, menurut para guru, pengaruh internet dan sosial media membuat anak-anak menjadi mempraktikkan bullying,” sambungnya.
Kegiatan Cibar-Edu diawali dengan materi pencegahan membuang sampah sembarangan dan pengelolaan sampah. Setelah diselingi ice breaking, rangkaian dilanjutkan oleh materi untuk menjadi teman yang baik.
Pemberian materi disampaikan dengan Powerpoint yang menyisipkan hadiah, sesi interaktif, dan uniknya meme lucu. Murid-murid pun terlihat antusias dan tertawa saat melihat meme lucu salah satunya meme “Jangan ya Dek yaa” bergambar kucing menangis.
Sesi materi kemudian dilanjutkan dengan sesi Game: Pilah Sampah. Dalam permainan tersebut, tiap kelas dibagi menjadi dua kelompok. Setiap kelompok mendapatkan gambar sampah dan kardus bertulis “organik” dan “anorganik”.
Tiap kelompok akan berlomba-lomba memasukkan gambar sampah sesuai jenis sampahnya ke kardus yang sesuai. Tentunya, kelompok yang paling banyak memasukkan gambar sampah sesuai jenisnya akan mendapat hadiah. Suasana pun seketika heboh dengan murid-murid yang bersemangat untuk bermain.
“Kegiatan mahasiswa KKN ini sebagai bentuk penguatan kepada anak-anak,” ucap Dedah Hasanah, SPd, MM selaku Kepala SD Negeri Karamat.
“Di sekolah pun mereka sudah diajarkan untuk membuang sampah pada tempatnya. Tapi, kegiatan Kakak-Kakak di sini apalagi dengan game bisa membuat anak-anak lebih tergerak (untuk membuang sampah pada tempatnya). Siapa tahu juga dengan kedatangan Kakak-Kakak, mereka jadi lebih bersemangat untuk menempuh pendidikan hingga jenjang universitas,” lanjutnya.
- Lonjakan Korban Jiwa Akibat Lambatnya Penanganan Kebakaran Hutan 2026
CREA dalam laporan bertajuk Indonesia’s air pollution deaths surged by 42% in September as government resists declaring karhutla a national emergency, asap beracun akibat kebakaran hutan dan lahan menyumbang 3.560 kematian pada September 2026. - Ekspedisi Kawah Purba Pangrango Temukan Potensi Spesies Baru
Tim Ekspedisi Kawah Purba Pangrango 2026 menemukan lebih dari 1.200 spesimen flora dan fauna yang belum pernah terdokumentasikan. - Sumatera Darurat Karhutla, Orang Muda Desak Pemerintah Hentikan Warisan Asap
Pemerintah diminta segera menghentikan warisan krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta pembiaran terhadap kerusakan ekosistem gambut. - Restorasi Lahan Berbasis Sains dan Penguatan Tata Kelola di Balik Kabut Asap
Kebakaran hutan telah merusak lanskap fisik, sekaligus merepresentasikan hilangnya laboratorium alam yang menyimpan struktur, fungsi, dan kontinuitas informasi ekologis yang sangat berharga bagi ilmu pengetahuan dunia. - Bara di Suaka Terakhir
Kebakaran akhir Juni lalu memusnahkan 17 hektare lahan restorasi, hutan muda sebagai rumah alami orangutan sumatera (Pongo abelii). - Di Balik Hancurnya Kejayaan Rumput Laut Tinanggea
Dua desa terapung Torokeku dan Bungin Permai dikenal sebagai “Desa Dolar” karena rumput lautnya kini terpuruk akibat cemaran tambang nikel.
![Kepala Departemen POR KPA, Syamsudin Wahid memimpin salah satu sesi pendidikan kader reforma agraria melalui ARAS, Sulawesi. ;Foto: KPA]](https://www.ekuatorial.com/wp-content/uploads/2025/04/sulawesi-DSC_6754_Kolaka_ARAS-1-1536x1017-1-768x509.avif)


