Ekuatorial

Environmental News Syndication

Dampak COP24 Bagi Indonesia

Sumber: World Bank via Flickr

Desember 18, 2018

Oleh Irena Pretika

Liputan ini pertama kali disiarkan oleh Metro TV pada 14 Desember 2018.

Indonesia telah menghadiri Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim sejak tahun 1994, awal mula pertemuan antar negara tersebut digelar. Untuk tahun ini, pertemuan tersebut bertujuan untuk menghasilkan aturan terkait bagaimana negara-negara dapat berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca berdasarkan Persetujuan Paris tahun 2015.

Apa untungnya bagi Indonesia apabila aktif di forum yang ingin menurunkan dampak dari perubahan iklim secara global tersebut?

Indonesia tercatat sebagai salah satu negara penyumbang terbesar emisi karbon dunia, terutama dari sektor kehutanan akibat kebakaran lahan dan deforestasi.

Namun, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, mengatakan bahwa hasil dari konferensi perubahan iklim telah dirasakan pada beberapa tahun belakangan, terutama terkait dengan pengelolaan lahan gambut. Porsi terbesar emisi karbon di Indonesia berasal dari lahan gambut dan kebakaran besar pada ekosistem tersebut di tahun 2015 telah meningkatkan emisi karbon nasional.

Oleh sebab itu, diperlukan pengelolaan lahan gambut. Beberapa perjanjian dan negosiasi bilateral yang sudah dilakukan selama perundingan iklim PBB telah menghasilkan panduan teknis and bantuan pendanaan yang bisa digunakan oleh pemerintah Indonesia untuk meningkatkan tata kelola hutan, yang akan berujung kepada pengurangan deforestasi dan kebakaran hutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

×

Find the location

Find

Result:

Latitude:
Longitude:

Perbesar:

Selesai geocoding

×

Kirim tulisan

Ingin berbagi tentang Indonesia? Mari berkontribusi dalam pemetaan ini dengan mengirimkan tulisan Anda. Bantu lebarkan pemahaman dunia tentang peranan global dari kawasan penting ini.

Cari lokasi dalam peta

Cari lokasi dalam peta