Di Asia Tenggara, teknologi digital berkembang secepat pembukaan hutan dan perluasan tambang. Di tengah janji transisi hijau dan pertumbuhan digital yang sangat pesat, kawasan ini menghadapi tekanan lingkungan yang kian berat di tengah pertumbuhan ekonomi digital yang tidak adil.
Masyarakat sipil Indonesia mengkritik penundaan Regulasi Bebas Deforestasi Uni Eropa (EUDR) karena dianggap menghambat upaya global melindungi hutan, meski juga melihatnya sebagai peluang untuk memperkuat tata kelola lingkungan di Indonesia.
Meskipun ada hubungannya dengan energi terbarukan, para pemerhati lingkungan memperingatkan rencana meningkatkan kandungan minyak sawit dalam biodiesel akan mendorong lebih banyak deforestasi