WWF Indonesia Solor-Alor Program mencatat terjadi penurunan kualitas dan kesehatan terumbu karang rata-rata 14,99 persen di perairan Nusa Tenggara Timur. Penurunan itu ditemukan berdasarkan survei Mantatow 2013 di perairan Alor. Sementara, baseline ekologi Flores Timur tersisa hanya 22 persen dalam kondisi sehat.

Sekumpulan ikan melintas di antara terumbu karang di perairan kawasan pulau Babi, Kabupaten Sikka, NTT. ANTARA/Anis Efizudin
11 Desember 2013 at 23:22
There are no comments yet. Leave a comment!
Related Posts
Kayu ilegal dari Hutan Sipora Mentawai berlayar hingga Gresik
Desember 2, 2025
Hutan Sipora Mentawai bukan sekadar kumpulan pohon; mereka adalah rumah bagi primata endemik yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia.
Kolaborasi menguak jejak uang di balik transisi energi
November 30, 2025
Mengawal transisi energi yang berkeadilan secara kolaboratif dari aspek keuangan berkelanjutan di seluruh Indonesia
Antara "Supermarket" karbon dan jerat utang iklim
November 22, 2025
Apakah COP30 di Brasil menghasilkan dana segar untuk menyelamatkan bumi, atau sekadar rebranding utang lama dengan label hijau?