Indonesia akan bekerjasama dengan Polandia dalam teknologi ramah lingkungan untuk pengolahan air (water treatment) dan pengelolaan limbah (waste management). Kerja sama dilakukan untuk mendukung penyusunan Green Technology Road Map yang saat ini sedang dikembangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup bersama KADIN dan BPPT.

Untuk mengawali kerja sama, Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Balthasar Kambuaya menyambut kedatangan Sekretaris Kementerian Lingkungan Hidup Polandia Stanislaw Gawlowski selaku kepala delegasi Polandia beserta delegasi lainnya siang ini (4/3) di Kementerian Lingkungan Hidup RI, Jakarta. Pertemuan ini bertujuan untuk membicarakan peluang kerja sama yang dapat dilakukan di Indonesia.

“Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan MoU antara menteri lingkungan hidup kedua belah pihak pada 20 November 2013 lalu mengenai Perubahan Iklim, Teknologi Lingkungan untuk Pencemaran Udara, Air dan Pengelolaan Limbah, Pengembangan yang Berkelanjutan dan Perlindungan Lapisan Ozon,” kata Sekretaris Kementerian Lingkungan Hidup RI Hermien Roosita.

Selain ke Jakarta, delegasi Polandia akan melakukan kunjungan ke Palembang dan Banjarmasin sampai dengan 11 Maret 2014. Observasi pengelolaan air akan dilakukan terhadap Sungai Ciliwung di Jakarta; Sungai Musi dan Sungai Sekanak di Palembang; dan Sungai Barito dan Sungai Martapura di Banjarmasin. Sedangkan observasi pengelolaan sampah akan dilakukan terhadap tempat pembuangan akhir sampah Palembang dan Banjarmasin, serta beberapa tempat wisata di Banjarmasin.

“Isu water treatment dan waste management sangat relevan untuk dikerjasamakan dengan Indonesia mengingat Indonesia memiliki banyak sungai besar tapi kondisi pencemarannya tinggi,” ujar Gawlowski. Sejak pertemuan sebelumnya kedua negara telah sepakat akan berfokus pada pengelolaan sungai di Sumatera dan Kalimantan.

Kambuaya menyatakan kerja sama dilakukan dengan Polandia karena Polandia memiliki keahlian dan teknologi yang berkaitan dengan pengelolaan air dan limbah. Padahal, menurut peta data European Environment Agency tahun 2011, Polandia merupakan negara Uni Eropa yang laporan implementasi pengelolaan air dan limbahnya relatif buruk.

“Ini dimulai dari saat presiden (Susilo Bambang Yudhoyono) ke Polandia,” ujar Kambuaya. “Ini bukan kerja sama pertama kita dengan Polandia. Tapi kita sempat tawarkan juga ke Swiss tapi Polandia itu responnya cepat,” lanjutnya yang disetujui oleh Duta Besar RI di Polandia Darmansjah Djumala bahwa Polandia responnya paling cepat.

Bentuk kerja sama yang akan dilakukan sementara ini adalah investasi. Polandia menyatakan jumlah investasi yang akan digelontorkan disesuaikan dengan nilai kebutuhan Indonesia. Mereka juga siap memberikan dukungan lainnya.

“Kami sendiri siap untuk mentransfer teknologi dan implementasi proyek yng sudah dilakukan di Polandia,” ujar Gawlowski.

Menteri Kambuaya menanggapi dengan menyatakan bahwa pertemuan ini merupakan penjajakan awal. Setelah kunjungan lapangan, akan dilihat bersama persoalan apa yang ada di Indonesia. “Nanti kita bicarakan lagi apa yang kita perlu, baru kita bisa tahu berapa investasi sebenarnya, dan merumuskan apa yang harus dilakukan,” katanya.

“Ini serius, akan dilakukan. Ada dukungan dari kedubes kita, prosesnya sangat cepat sekali,” ujar Menteri Kambuaya menutup wawancara. Ratih Rimayanti

Kambuaya-Gawlowski
Menteri Lingkungan Hidup RI Balthasar Kambuaya (kiri) dan Sekretaris Kementerian Lingkungan Hidup Polandia Stanislaw Gawlowski (kanan). Foto: Ratih Rimayanti (4/3)
There are no comments yet. Leave a comment!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.