Skip to content Skip to navigation Skip to footer

Author: Florence Armein

Florence Armein is the Indonesia Content Coordinator for EJN's Asia-Pacific project where she manages Ekuatorial, a GeoJournalism site that uses geographic data and news stories to cover climate change in Indonesia. She joins EJN with over 10 years of experience in radio and television. At BeritaSatu Media Holdings, where she worked for five years, she managed a student publication, special media projects and established Indonesia’s first English news channel. Prior to her media work, Florence worked on development projects relating to judicial reform funded by MCC and USAID. Prior to joining EJN, Florence was working part-time as General Manager for Da Vinci Learning, a science and knowledge channel from Germany, and served as a Video Content Coordinator for the Indonesia Economic Forum and Indonesia Property Forum. Florence is based in Jakarta, Indonesia.
Desember 13, 2019

Perluasan Perkebunan Sawit, Ancaman Bagi Lingkungan Maupun Tradisi

Bagi masyarakat Pedamaran Kabupaten OKI, lahan gambut merupakan jantung kehidupan. Baik kebergantungan ekonomi maupun kehidupan sosial. Namun dibukanya keran investasi lewat perluasan perkebunan sawit mengancam tidak hanya sumber pendapatan mereka, tapi juga kawasan rawa gambut yang mencapai luar 150 ribu hektar di kabupaten ini.

Desember 11, 2019

Orang Talang Mamak Menagih Perlindungan Negara

Ruang hidup Masyarakat Adat Talang Mamak, makin terhimpit. Pengakuan dan perlindungan pemerintah belum ada hingga wilayah dan hutan mereka sebagian besar sudah jadi bagian izin-izin perusahaan. Sementara perempuan Talang Mamak memperthankan tradisi menganyam sebagai bentuk perlawanan.

Desember 4, 2019

Suku Talang Mamak, Bertahan Hidup di Hutan Tersisa

Suku Talang Mamak, hidup tersebar di sekitar Taman Nasional Bukit Tigapuluh, bergantung kepada sumber daya hutan. Namun hutan sekeliling mereka makin menyusut, antara lain dengan kehadiran beberapa perusahaan hutan tanaman industri dan sawit, yang berdampak pada kelangsungan hidup mereka.

Oktober 22, 2019

Petaka Api dan Asap Tahunan di Riau

Riau sudah menetapkan status siaga darurat Karhutla sejak 19 Februari 2019 lalu sementara seluruh sekolah di Pekanbaru telah meliburkan siswanya pada tanggal 11 September 2019, dikarenakan kondisi pencemaran yang sudah sampai pada level tidak sehat. Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau mencatat, untuk periode 1 Januari hingga 6 Oktober 2019, luas lahan yang terbakar di Riau sudah mencapai 9.120,5 hektar (Ha).

Oktober 17, 2019

Menjaga Hutan Halmahera Dari Tambang

Masyarakat adat di Propinsi Maluku Utara beberapa kali melakukan aksi protes menolak pengoperasian perusahaan pertambangan yang dinilai merusak hutan dan sumber kehidupan mereka. Merasa tidak ditanggapi pemerintah, masyarakat adat mulai berbenah, membekali diri mereka dengan pengetahuan tentang perizinan, hukum, advokasi dan litigasi, untuk melindungi hutan mereka.

Oktober 11, 2019

Hutan Halmahera Gundul, Demi Perluasan Industri Sawit

Perluasan perkebunan kelapa sawit milik swasta di Gane Dalam, Halmahera tidak terelakkan. Sebagian warga, memilih untuk bertahan di sisa lahan yang mereja miliki. Sebagian lagi, menjual lahan mereka dan menjadi buruh di perkebunan tersebut. Sementara penggiat lingkungan meminta pemerintah melakukan peninjauan terhadap izin serta kebijakan yang dipandang tidak berpihak kepada masyarakat setempat.

Juli 24, 2019

Krisis Air di Kota Kecil

Kota Ternate diperkirakan hanya bisa mencukupi kebutuhan air masyakat nya hingga tahun 2030, diprediksi mengalami krisis air bersih pada tahun 2030. Tiga faktor yang dinilai bekontribusi adalah berkurangnya daerah resapan air, meningkatnya penggunaan summor bor dan peningkatan jumpal penduduk.