Skip to content Skip to navigation Skip to footer

Kategori: Sumber daya

152 artikel
Februari 4, 2020

Sumur Resapan: Sang Penyelamat Mata Air Djoebel 

Keterbatasan ketersediaan air bersih semakin meningkat di berbagai wilayah di Indonesia bahkan menurut Litbang Dirjen SDA Kementrian PUPR, kondisi ketersediaan air di Pulau Jawa kritis. Selain krisis iklim, penggunaan air tanah yang berlebihan serta buruknya pengelolaan sumber daya ini, diniliai penyebab utamanya.

Januari 10, 2020

Ibukota Baru: Air Bersih Akan Mengalir Jauh?

Daya dukung air secara kuantitas akan mencukupi saat kepindahan ibukota 2024 mendatang. Meski demikian, jauh ke depan sesudah kepindahan ibukota, degradasi lingkungan berpotensi menjadi ancaman bagi kualitas dan keberlanjutan ketersediaan air bersih.

Januari 9, 2020

Ibukota Baru: Membendung Untuk Surplus Air Bersih

Pemerintah optimistis pasokan air bersih di wilayah ibukota baru akan surplus saat kepindahan ibukota Indonesia 2024 mendatang. Pembangunan sejumlah bendungan, diperkirakan akan bisa mencukupi kebutuhan air 6 juta orang yang akan menempati wilayah baru.

Januari 7, 2020

Krisis Air Bersih di Ibukota Baru

Keberadaan kawasan hutan dengan lahan terluas se-Kalimantan dan curah hujan yang tinggi, berperan dalam sistem hidrologi Kalimantan Timur. Air permukaan bukan satu-satunya sumber air bersih di ibukota baru. Air hujan dan air tanah juga berpotensi menjadi sumber air alternatif untuk mencukupi kebutuhan masyarakat di kawasan ibukota baru dan sekitarnya.

Oktober 22, 2019

Petaka Api dan Asap Tahunan di Riau

Riau sudah menetapkan status siaga darurat Karhutla sejak 19 Februari 2019 lalu sementara seluruh sekolah di Pekanbaru telah meliburkan siswanya pada tanggal 11 September 2019, dikarenakan kondisi pencemaran yang sudah sampai pada level tidak sehat. Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau mencatat, untuk periode 1 Januari hingga 6 Oktober 2019, luas lahan yang terbakar di Riau sudah mencapai 9.120,5 hektar (Ha).

Juli 24, 2019

Krisis Air di Kota Kecil

Kota Ternate diperkirakan hanya bisa mencukupi kebutuhan air masyakat nya hingga tahun 2030, diprediksi mengalami krisis air bersih pada tahun 2030. Tiga faktor yang dinilai bekontribusi adalah berkurangnya daerah resapan air, meningkatnya penggunaan summor bor dan peningkatan jumpal penduduk.

Memuat artikel...

Memuat artikel...