Tragedi harimau sumatera: Hidup dijagal, mati dijual [1]
Memperingati “Global Tiger Day”, kami merilis tulisan hasil investigasi terhadap perburuan dan perdagangan harimau sumatera. Tulisan terdiri dari 4 bagian.
Memperingati “Global Tiger Day”, kami merilis tulisan hasil investigasi terhadap perburuan dan perdagangan harimau sumatera. Tulisan terdiri dari 4 bagian.
Pembukaan hutan alam dengan dalih untuk tanaman energi biomassa, seperti dilakukan PT HAN di Jambi bak pisau bermata dua yang menancap pada upaya mitigasi perubahan iklim.
Penelitian menyebutkan Perairan Matras tercemar logam berat yang bersifat toksik dan karsinogenik. Merusak terumbu karang dan memaksa banyak nelayan mencari sumber penghidupan alternatif.
Lubuk larangan menjadi budaya yang turut mengonservasi ikan dan habitatnya. Lubuk larangan tak hanya bermanfaat untuk kelestarian ikan, tapi juga sosial, dan ekonomi.
Kehidupan warga sepanjang aliran Sungai Subayang di Kampar Kiri hulu, Riau, amat bergantung pada sungai tersebut. Oleh karena itu, upaya untuk menjaga dan melestarikannya mesti terus digalakkan.
Hancurnya alam berkaitan dengan hilangnya bahasa daerah dan adat istiadat. Budaya yang tidak dilestarikan akan mempengaruhi cara pandang Orang Rimba terhadap hutan.
Penurunan kualitas dan debit air Sungai Kampar mempersulit industri rumah tangga olahan ikan salai. Akibatnya mereka terjerat utang tengkulak.
Pemulihan DAS Kampar yang sudah kritis memerlukan peran serta seluruh elemen masyarakat, baik pemerintah, organisasi non-pemerintah, swasta, dan masyarakat.
Inilah ‘ngereman’, cara perempuan Bangka bertahan hidup dengan meminta jatah secuil timah dari penambang, baik sukarela maupun lewat barter.
Memuat artikel...