Pangkalan Bun, Ekuatorial – Jagad media sosial dikagetkan dengan posting pemilik akun Facebook atau FB, Polo Panitia Hari Kiamat. Pemilik akun ini mengunggah foto seseorang sedang membakar seekor orangutan. Tindakan sadis ini diembel-embeli dengan komentar “Yoo Dimasak Bumbu Kecap Seger”.

Kontan saja foto yang tersebar melalui media sosial mendapat banyak kecaman. Tak hanya dari komunitas pencinta lingkungan hidup seperti Grup FB Mamalia Indonesia dan Society of Indonesia Enverionmetal Journalist (SIEJ), tapi juga oleh para pengguna facebook perorangan.

Beramai-ramai akun yang memposting foto tersebut dilacak keberadaannya. Hingga akhirnya akun ini terendus dari pelat nomor truk KH9563GC yang berada di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Saat ini, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kobar dibantu polisi sedang melacak keberadaan orang yang telah membakar orangutan itu. Awal pelacakannya berawal dari petunjuk nomor polisi truk yang diduga digunakan pelaku saat itu.

Kepala BKSDA Kobar Hartono mengakui, pihaknya sudah melakukan penyelidikan terhadap akun Facebook atas nama Polo Panitia Hari Kiamat itu. Dalam foto yang diunggah itu terlihat truk dangan nopol KH 9563 GC. BKSDA pun sudah melacak ke Samsat terkait pemilik truk itu.

“Kita sudah mengetahui siapa pemilik truk itu. Tapi setelah didatangi siang tadi ke rumahnya ternyata pemilik mobil tidak ada di rumah. Kita ingin mengetahui apakah pemilik truk hanya sebagai pengangkut atau hanya sopir saja,” kata Hartono kepada Ekuatorial, Selasa (23/6).

Dijelaskannya, setelah muncul kecaman dari berbagai pihak, akhirnya akun tersebut dihapus pemiliknya, sehingga tidak terlihat lagi di dunia maya. “Saat ini kita tidak bisa lagi berkomunikasi ke pemilik akun FB Polo Panitia Hari Kiamat itu. Karena tadi pagi (kemarin) akun atau FB itu sudah tidak ada lagi atau dihapus,” ungkapnya.

Ditambahkan dia, seharian kemarin, pihaknya melakukan penyidikan terkait pemilik akun FB itu. Untuk sementara belum bisa meminta keterangan kepada pemilik akun itu, tapi hari ini (24/6), pihaknya bisa meminta keterangan itu, apakah dia menyaksikan langsung kejadian itu atau mendapatkan foto tersebut dari orang lain melalui media sosial juga.

Sementara Kapolres Kobar AKBP Heska Wahyu Widodo mengatakan, pihaknya belum mendapat laporan resmi dari BKSDA terkait orang yang membakar orangutan di wilayah Kobar. “Laporan belum ada, tapi kita sudah lidik kebenaran foto tersebut,” kata Heska Wahyu Widodo, Selasa (23/4).

Sementara, informasi terakhir yang diterima ekuatorial bahwa jajaran BKSDA Pangkalan Bun sudah mengamankan orang yang pertama kali memposting foto pembakaran orangutan itu ke facebook.

“Sudah diamankan, tetapi bukan pelaku yang terdapat di dalam foto, melainkan orang yang pertama kali mengunggah ke facebook,”ujar Kepala BKSDA Kalteng Nandang Prihardi di Palangka Raya, Rabu (24/6).

Namun, ungkap Nandang, sejauh ini pihaknya belum bisa memastikan apakah hewan yang dibakar itu orangutan atau hewan lain. Maturidi

Artikel Terkait :
Warga Sampit Serahkan Bayi Orangutan
WWF Kalteng Temukan Tulang Belulang Orangutan
Orangutan Tewas Tertembus 40 Peluru

There are no comments yet. Leave a comment!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.