Joni Aswira dan Fira Abdurrahman terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal SIEJ periode 2023-2028.

Rapat Umum Anggota (RUA) Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia (The Society of Indonesian Environment Journalists/SIEJ) periode 2022-2025 secara resmi menetapkan Joni Aswira Putra (CNN Indonesia TV) dan Fira Abdurrahman (jurnalis independen) sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal SIEJ.

Joni, yang menjabat sebagai sekjen pada periode sebelumnya, dan Fira terpilih secara musyawarah mufakat setelah sebelumnya diusulkan sebagai pasangan calon oleh hampir seluruh Simpul Daerah SIEJ, dalam RUA yang  digelar melalui mekanisme dalam jaringan (daring) melalui Zoom dan luar jaringan (luring) di Wisma Hijau, Depok, Jawa Barat, Sabtu (21/1/2023) malam.

Pelaksanaan RUA 2023 diawali dengan Konferensi Nasional Jurnalis Lingkungan Hidup (KNJLH+) yang mengusung tema “Darurat Krisis Iklim: Perkuat Jurnalisme di Tengah Krisis”, serta ditutup dengan “Temu Ramah Tamah” dengan para pemangku kebijakan pada 22 Januari 2023.

Dalam sambutannya setelah ditetapkan sebagai ketua terpilih, Joni menyampaikan pandangan tentang arah SIEJ ke depannya.

“Kita akhirnya dapat melaksanakan RUA dengan lancar setelah dua hari sebelumnya sukses melaksanakan Konferensi Nasional Jurnalis Lingkungan Hidup atau KNJLH. Ini adalah momentum untuk merefleksikan kembali peran-peran strategis dalam agenda lingkungan hidup,” terang Joni.

Lebih lanjut Joni menyatakan komitmennya untuk membawa SIEJ menjadi organisasi yang lebih baik.

“Kami akan melakukan penguatan organisasi yang akuntabel, transparan, dan berdasarkan musyawarah mufakat yang dirajut dalam suasana kebersamaan. SIEJ akan bertransformasi menjadi organisasi yang lebih modern, kekinian. Ia harus mendapat kepercayaan anggota, masyarakat, serta para pemangku kepentingan long,” jelas assignment editor CNN Indonesia TV tersebut.

Melihat kondisi permasalahan lingkungan saat ini, Joni menegaskan berbagai masalah kian serius. Perubahan iklim, polusi, dan kerusakan biodiversitas, belum lagi kenaikan suhu rata-rata Bumi yang menurut para ilmuan saat ini telah melewati ambang batas 1,2 derajat Celsius.

Ia melanjutkan, kondisi yang demikian telah membuat perubahan iklim menjelma menjadi krisis. Belum lagi dampaknya terhadap semua lini dan sektor kehidupan.

“Jurnalis, dan anggota SIEJ khususnya, harus mengarusutamakan isu ini. Jurnalisme tak hidup dalam ruang yang hampa atau sebatas pada sesuatu yang ditorehkan Bill Kovach dalam 9 elemen jurnalismenya. Namun jurnalis lingkungan harus mampu bergerak untuk tindakan iklim, menggerakkan penyelamatan lingkungan hidup dan sumber daya alam. Muara dari jurnalisme itu adalah kemanusiaan,” ucap Joni.

RUA yang dihadiri oleh 200 anggota SIEJ dari 24 SIMPUL daerah ini juga menetapkan lima anggota Dewan Pengawas, masing-masing adalah Andi Fachrizal (kolase.id), Bambang Muryanto (jurnalis independen), Irvan Imansyah (CNN Indonesia TV), Jeckson Simanjuntak (apahabar.com), dan Suriani Mappong (LKBN Antara Sulawesi Selatan).

There are no comments yet. Leave a comment!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.