Skip to content Skip to navigation Skip to footer

Kategori: Keanekaragaman hayati

271 artikel
Juni 17, 2014

Pemerintah Diminta Jelaskan Kondisi Hutan Papua

Pemerintah Provinsi Papua diminta untuk menjelaskan status hutan Papua kepada publik. “Ketika Barnabas Suebu menjabat sebagai gubernur ia mendedikasikan 90 persen hutan Papua untuk mitigasi perubahan iklim, namun sayangnya illegal logging terus terjadi,” ujar Direktur Resource Management Development (RMD) Institute, Robert Mandosir di Jayapura Senin (16/6). This story also appeared in Tabloid Jubi Baca selengkapnya […]

Juni 16, 2014

Spesies Burung di Gunung Merapi Bertambah Pascaerupsi

Keragaman jenis burung yang menghuni Gunung Merapi bertambah pascaerupsi 2010. Koordinator Pengendali Taman Nasional Gunung Merapi, Asep Nia Kurnia mengatakan bahwa data terakhir menunjukkan bahwa jumlah spesies yang hidup di lereng gunung api tersebut mencapai 164 jenis. Sebelumnya, terdata hanya ada 154 jenis.

Juni 14, 2014

ProFauna Ungkap Pembantaian Beruang Madu di Berau

LSM konservasi satwa liar Pro-Fauna (Protection of Forest and Fauna Indonesia) mengungkap dan melaporkan pembantaian beruang madu (Helarctos malayanus) di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Pembantaian satwa dilindungi itu terungkap lewat foto yang diunggah ke akun media sosial Facebook milik satu dari empat orang yang terlihat dalam foto tersebut. Baca selengkapnya di Tempo.

Juni 3, 2014

Malang Kehilangan 75% Terumbu Karang

Sekira 75% terumbu karang di Malang, Jawa Timur mengalami eksploitasi berlebihan dan pemboman oleh nelayan setempat. Terumbu karang yang berhasil disita aparat rencananya akan dijual kepada pedagang grosir di Bali. “Kami telah menangkap para pencuri karang, dan diajukan ke meja pengadilan,” kata Agung Revolusi Cahyanto, Kepala Divisi Sumber Daya Kelautan dan Pesisir Malang pada Minggu […]

Juni 2, 2014

Ikan Pora-Pora Di Ambang Kepunahan

Ikan Pora-Pora, jenis ikan endemik yang terdapat di Danau Toba, Sumatera Utara saat ini berada di ambang kepunahan akibat eksploitasi besar-besaran. Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), M. Dani menyatakan meningkatnya ancaman akan punahnya ikan ini bertambah karena nelayan tidak ada aturan dan batasan ukuran ikan yang boleh ditangkap. [Baca selengkapnya di Tempo]

Mei 26, 2014

Beruang Madu Kerap Dibunuh Pekerja Tambang di Pidie

Keberadaan perusahaan tambang emas PT. East Asia Mineral di kawasan hutan Geumpang, Kabupaten Pidie, Aceh, dinilai membahayakan satwa liar dilindungi. Para pekerja di areal tambang milik perusaahaan tersebut diduga kerap membunuh beruang madu yang masuk ke lokasi pertambangan. [Baca selengkapnya di Atjeh Link]

Mei 25, 2014

Mikroorganisme, Anak Tiri Kekayaan Hayati

โ€œKalau kita tebang pohon sekali saja, berapa banyak mikroorganisme yang hilang?โ€ Pertanyaan dilontarkan oleh Dr. Drs. Wibowo Mangunwardoyo, peneliti senior mikrobiologi di Universitas Indonesia, seraya memancing gambaran banyaknya mikroorganisme yang bisa musnah dari kegiatan perusakan lingkungan. โ€œKalau misalnya satu pohon itu ada 60 spesies, kita bisa kehilangan semua potensinya. Maka jika suatu lahan dijadikan monokultur […]

Mei 22, 2014

Biodiversitas Perlu Dapat Prioritas

Hari Biodiversitas Dunia (World Biodivesity Day) yang diperingati setiap tanggal 22 Mei pertama kali dicetuskan dalam rapat umum komisi 2 PBB tahun 2000 silam. Dr.rer.nat Yasman ketua departemen biologi Universitas Indonesia (UI) dalam sambutannya pada acara Biodiversity Dialogue untuk memperingati hari biodiversitas dunia di Depok (22/5) mengatakan bahwa tujuan peringatan hari biodiversitas dunia adalah untuk […]

Mei 16, 2014

Konferensi Berlanjut di Manado, Perusakan Terumbu Jalan Terus

Di tengah gegap gempita pelaksanaan konferensi terumbu karang dunia (World Coral Reef Conference-WCRC) di Manado sejak 14 Mei 2014 lalu, protes dan perlawanan semakin kencang digaungkan oleh masyarakat dan aktivis lingkungan Pulau Bangka, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, terkait kegiatan pertambangan di perairannya. Di perairan Pulau Bangka yang hanya berjarak 35 km […]

Memuat artikel...

Memuat artikel...