Abdul Rahman Manik: Owa siamang seperti keluarga saya
Minimnya alokasi anggaran dan penelitian ilmiah untuk memonitor populasi siamang menunjukkan kurangnya perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan hidup siamang. Untung ada Abdul Rahman Manik.
Arsip topik
Kumpulan liputan, analisis, dan pembaruan terbaru dalam topik ini. Gunakan arsip ini untuk menelusuri konteks editorial secara berurutan.
Minimnya alokasi anggaran dan penelitian ilmiah untuk memonitor populasi siamang menunjukkan kurangnya perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan hidup siamang. Untung ada Abdul Rahman Manik.
Belajar dari dampak tsunami pada 2018, sekelompok warga membentuk Komunitas Mangrove Teluk Palu dan menginisiasi pembentengan daerah pesisir dengan penanaman mangrove.
Tanjung Binerean di Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara, menjadi salah satu tanah pilihan burung maleo (Macrochephalon maleo) melangsungkan proses regenerasi. Warga kini memandang keberadaan...
Peninggalan kejayaan peradaban kuno di Cagar Budaya Muarajambi di Jambi makin terancam oleh stockpile industri tambang batu bara.
Pengelola Ekowisata Telok Berdiri memperkenalkan cara baru menarik wisatawan lewat penggunaan aplikasi untuk pengadopsian pohon mangrove. Masyarakat bisa mendukung sekaligus memantau upaya konservasi.
Ekonomi sirkular dan ESG akan mendorong aktivitas bisnis menjadi berkelanjutan, di mana fokus tidak hanya profit semata tapi juga mempertimbangkan aspek lingkungan dan sosial.
Masyarakat adat sudah menempati ruang tinggal mereka jauh sebelum Indonesia merdeka. Oleh karena itu mestinya mereka diberi hak dan kebebasan untuk mengelola dan menjaga...
Inisiatif yang bertujuan mengurangi 1 milliar ton emisi gas rumah kaca dan memperbaiki taraf kehidupan 1 miliar orang melalui pemulihan ekonomi pasca pandemi dan...
Berbekalkan perangkat sederhana, pemuda adat Mentawai belajar membangun konsep, menulis naskah, dan mengambil gambar, berbagi cerita tentang hidup dan lingkungan mereka.
Memuat artikel...