Peluang pemanfaatan AI dalam jurnalisme lingkungan
Penggunaan AI (kecerdasan buatan) dalam jurnalisme bisa menjadi pedang bermata dua, tergantung cara pemakaiannya.
Penggunaan AI (kecerdasan buatan) dalam jurnalisme bisa menjadi pedang bermata dua, tergantung cara pemakaiannya.
Kondisi laut di Indonesia dinilai menjadi aset berharga bagi kelanjutan perkenomian bangsa menuju masa depan.
Digitalisasi merupakan hal yang diperlukan untuk merawat lingkungan, khususnya dalam pengelolaan hutan konservatif.
Pejabat pemerintah, kepolisian, dan BUMN masih mendominasi narasumber media dalam memberitakan isu lingkungan hidup.
Maraknya misinformasi isu lingkungan bisa memunculkan antipati masyarakat terhadap pentingnya isu tersebut.
Isu jurnalisme lingkungan belum menjadi perhatian utama di banyak kanal media, sehingga kontrol sosial belum maksimal.
Wakil Menteri Kominfo Nezar Patria mengingatkan Pengembangan teknologi digital perlu diawasi agar tidak merugikan kehidupan umat manusia.
Ketua SIEJ Joni Aswira mengharapkan GPC dapat memperluas kesadaran tentang lingkungan hidup dan krisis iklim di Indonesia.
Auriga Nusantara merekomendasikan Taman Nasional Ujung Kulon agar meningkatkan kualitas teknis konservasi badak jawa.
Memuat artikel...