Skip to content Skip to navigation Skip to footer

Kategori: WILAYAH

2 artikel
Maret 3, 2014

Pertanian Ancaman Utama Lahan Basah

“Pertanian memerlukan lahan, sedangkan perhutanan memerlukan perlindungan,” ujar Dr. Cherryta Yunia, Kepala Subdit Konservasi Lahan Basah Kementerian Kehutanan, Rabu (26/2) di Bogor pada acara Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia yang digelar Wetlands International. Pernyataan itu menggambarkan latar belakang diambilnya tema Hari Lahan Basah Sedunia tahun 2014 yang diperingati setiap  2 Februari, yaitu Lahan Basah dan Pertanian. […]

Maret 3, 2014

Pertanian Ancaman Utama Lahan Basah

“Pertanian memerlukan lahan, sedangkan perhutanan memerlukan perlindungan,” ujar Dr. Cherryta Yunia, Kepala Subdit Konservasi Lahan Basah Kementerian Kehutanan, Rabu (26/2) di Bogor pada acara Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia yang digelar Wetlands International. Pernyataan itu menggambarkan latar belakang diambilnya tema Hari Lahan Basah Sedunia tahun 2014 yang diperingati setiap  2 Februari, yaitu Lahan Basah dan Pertanian. […]

Maret 3, 2014

Status Gunung Kelud Diturunkan

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menurunkan status Gunung Kelud dari awas menjadi waspada. “Sejak hari Jum’at pukul 16.30, status gunung telah diturunkan dari level awas menjadi waspada,” ujar ketua tim pengamat Gunung Kelud, Umar Rosyadi di Desa Margomulyo, Kediri (28/2). [Baca selanjutnya di Tempo]

Maret 3, 2014

Pesisir Hakatutobu Tercemar Limbah Tambang

Kerusakan lingkungan  terjadi disepanjang pesisir Desa Hakatotobu, Sulawesi Tenggara, akibat  sedimentasi lumpur merah limbah tambang. Lumpur nampak memerahkan air laut hingga mencemari lokasi budidaya rumput laut milik nelayan setempat. Jarak antara bukit begitu dekat dengan daerah pesisir laut Hakatutobu. Sehingga, apabila dilakukan pembukaan lahan, berdampak langsung ke pesisir laut. [Baca selengkapnya di Suara Kendari]

Februari 28, 2014

Pertambangan Nikel Ancam Nelayan Pomalaa

Daerah pesisir Desa Hakatutobu, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara rusak akibat kiriman lumpur merah dari hasil pembukaan lahan pertambangan orenikel. Nelayan rumput laut dan teripang semakin tidak bisa melakukan budidaya, sumber penghidupan mereka terancam. Unjuk rasa dilakukan oleh masyarakat, namun jaminan dari perusahaan masih dinilai tidak setimpal. [Baca selengkapnya di Suara Kendari]

Februari 27, 2014

PT Surya Panen Subur Siap Sidang Kebakaran Lahan

Pihak PT Surya Panen Subur (SPS) menyatakan kesiapannya menghadapi gugatan yang dilayangkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan terkait sangkaan pembakaran lahan dan membiarkan api. Sidang akan digelar di Pengadilan Negeri Meulaboh awal Maret Tahun ini. Penasihat hukum PT SPS menjelaskan bahwa dalam hal pembakaran lahan dapat dipastikan […]

Februari 26, 2014

Pemangku Kepentingan Rumuskan Solusi Jangka Panjang Penanganan Kabut Asap

Kebakaran lahan gambut di pantai timur Sumatera kembali menyebabkan kabut tebal yang mengepung atmosfer daerah-daerah yang bertetangga dengan titik kebakaran (hotspot). Terus berulangnya kejadian ini, serta diikuti dengan keresahan negara tetangga mengeaskan bahwa diperlukan suatu solusi holistik untuk mengatasi persoalan ini. [Baca selengkapnya di Cifor]

Februari 26, 2014

Gunung Kidul Menunggu Pengesahan Status Geopark UNESCO

Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul mulai melirik investasi di sektor pariwisata, menyusul akan ditetapkannya wilayah tersebut sebagai kawasan “geopark” dari badan PBB untuk urusan pendidikan dan kebudayaan, UNESCO. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Gunung Kidul, Syarif Armunanto menyatakan bahwa konsep investasi yang nantinya ditawarkan masih dalam tahap perumusan detil, dengan catatan pariwisata yang nantinya dijalankan harus […]

Februari 25, 2014

Konservasi Kima di Toli-Toli

Budidaya kima di Desa Toli-Toli, Kecamatan Soropia, di Konawe, Sulawesi Tenggara semua dilakukan sendiri oleh warga.  Mereka yang tergabung dalam  kelompok Balai Konservasi Taman Laut Kima toli-toli sejak dua tahun belakangan telah membudidayakan sekitar 8,000 kerang kima berbagai jenis dan ukuran. Hilangnya kima di perairan desa mereka, menjadi alasan utama  kenapa mereka membentuk kelompok konservasi kima. Perburuan besar-besaran […]

Memuat artikel...

Memuat artikel...