Musim kemarau panjang yang melanda Pulau Tidore telah membawa dampak signifikan bagi warga yang bermukim di dataran tinggi, khususnya di Kelurahan Gurabunga. Meski berada di wilayah pegunungan yang asri, letak geografis dan keterbatasan infrastruktur membuat warga setempat kini harus berjuang keras mencari air bersih untuk sekadar memenuhi hajat hidup sehari-hari.
Selama ini, mayoritas warga Gurabunga sangat bergantung pada air hujan yang ditampung dalam bak-bak di rumah. Namun, ketiadaan curah hujan dalam dua bulan terakhir membuat cadangan air terus menyusut. Akibatnya, warga terpaksa membatasi penggunaan air tadah hujan murni hanya untuk keperluan minum dan memasak.
Untuk kebutuhan lain, warga seperti Sitti Hawa (63) harus berjalan kaki menuruni jalan setapak sejauh 600 meter menuju sumber mata air Ake Goa. Menggunakan saloi (keranjang tradisional khas Maluku Utara), mereka memikul jeriken air dan melewati medan menanjak setiap harinya. Mata air Ake Goa dijaga ketat dengan kearifan lokal; aktivitas mencuci di area hulu sangat dilarang agar aliran mata air yang debitnya terbatas tidak kotor dan berhenti mengalir.
Faktor infrastruktur juga menjadi tantangan besar. Jaringan pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Ake Mayora belum menjangkau kawasan Gurabunga yang berada di ketinggian 800 mdpl akibat medan yang terlampau sulit. Walau pemerintah kota menyuplai bantuan air gratis, pasokan tersebut harus digilir ke berbagai kampung dan tidak datang setiap hari. Opsi instan adalah membeli air tangki PDAM seharga Rp250 ribu, yang tentu tidak bisa dijangkau oleh semua kalangan.
Bagi mereka yang tidak memiliki uang ekstra, meniti jalan terjal menuju Ake Goa adalah satu-satunya cara bertahan hidup di tengah krisis. Bagaimana kelanjutan kisah perjuangan warga Gurabunga dan sejauh mana langkah nyata untuk mengatasi krisis ini?
Simak potret kehidupan dan laporan mendalam selengkapnya dengan mengunjungi artikel asli di Bahalo Project
- Perjuangan Warga Tidore Bertahan di Tengah Kemarau Panjang

- Kabut Asap Kebakaran Hutan Merusak Kesehatan Mental

- Gemuruh Gugatan dari Pantura Lantaran PSN Berpotensi Merusak Tambak Rakyat

- UU Pengaturan Reforma Agraria Disahkan, Angin Segar yang Tetap Memiliki Catatan

- Dampak Asap Kebakaran Hutan bagi Kehidupan

- ‘Super El Niño’ Berpotensi Renggut Belasan Ribu Nyawa di Indonesia





