Amandra Megarani started her journalistic career in 2007, after graduating from Bandung Institute of Technology. She became a reporter for Tempo covering various beats, from economics to lifestyle, and produce in-depth articles for the arts and culture section. In 2017, she joined Microsoft News as its editor/engagement specialist. Then in 2022, Amandra became a freelance journalist and have been covering the environment for Forest Digest. Amandra also holds a master’s degree in communication from the University of Indonesia. She has written an essay for the anthology “The Stories Women Journalists Tell” (2022), published by Penguin Books.
Eksploitasi air tanah dalam yang berlebihan jadi salah satu faktor utama penyebab penurunan permukaan tanah di Semarang, selain kenaikan permukaan laut.
Semarang memiliki laju penurunan tanah tertinggi kedua di dunia. Jenis tanah, beban bangunan, dan penggunaan air tanah dalam dikatakan ahli, jadi sumber penyebab utama.
Pengukuran kualitas udara tidak bisa mengandalkan pemantau berbasis sensor saja. Menurut ahli, Jakarta membutuhkan setidaknya 25 stasiun pemantau udara yang lebih kompleks.
Pemerintah DKI Jakarta mencabut izin lingkungan tiga perusahaan yang menumpuk batu bara di Kawasan Industri Marunda, Jakarta Utara. Bertahun-tahun masyarakat Marunda terpapar debu batu...
Laporan IPCC menyebut dunia masih punya kesempatan. Diantaranya, hapus emisi gas dari batu bara, tidak menambah infrastruktur yang manggunakan bahan bakar fosil, dan reforestasi.