Dahaga dalam Dekapan Asap yang Diderita Masyarakat Adat di Kalimantan
Kondisi kekeringan dan kabut asap di wilayah Kalimantan Barat hingga September 2026 masih dalam perhatian serius.
Kondisi kekeringan dan kabut asap di wilayah Kalimantan Barat hingga September 2026 masih dalam perhatian serius.
Perkembangan teknologi dan sains seharusnya jadi keunggulan dalam mengupayakan konservasi satwa liar berkelanjutan di Indonesia.
Semburan lahar panas, paparan abu vulkanik, hingga rusaknya ketersediaan sumber pakan dan air, menjadi pemicu utama penurunan populasi satwa, terutama di wilayah-wilayah kawasan konservasi yang terletak dekat dengan gunung api aktif.
Penanganan krisis limbah di Yogyakarta dinilai tidak cukup hanya bersandarkan pada himbauan moral masyarakat. Perlu ada penyediaan sarana dan komitmen nyata dari pemerintah daerah.
Pemerintah dinilai gagal mencegah kebakaran, melindungi warga, dan memberikan sanksi tegas kepada korporasi pembakar hutan.
Perjuangan rakyat di wilayah-wilayah LPRA bukanlah aksi sepihak ataupun permintaan atas kemurahan hati negara.
Peristiwa ini kembali menyoroti rapuhnya sistem mitigasi kebencanaan di lingkungan permukiman tradisional adat.
Berdasarkan hasil investigasi dan pengujian kualitas air di bantaran Kali Jagir yang dilakukan lembaga kajian lingkungan Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton), kadar fosfat di Kali Jagir naik tajam hingga mencapai 0,6 miligram per liter (mg/L).
Peristiwa serupa sudah dilaporkan melanda area penumpukan sampah TPA Putri Cempo pada 6 Juni dan 10 Juni 2026, serta pernah mengalami kebakaran besar pada tahun 2023 lalu.
Lebih dari 37,9 juta jiwa di Indonesia kini terkurung dalam krisis mematikan akibat kebakaran hutan dan lahan gambut (karhutla).