‘Supermarket’ pangan bernama Tinungglu
Tinungglu atau ladang adalah tempat sumber pangan masyarakat adat Mentawai. Sebuah kearifan yang selama ini melindungi masyarakat Mentawai dari dampak krisis, bencana, dan pandemi.
Arsip topik
Kumpulan liputan, analisis, dan pembaruan terbaru dalam topik ini. Gunakan arsip ini untuk menelusuri konteks editorial secara berurutan.
Tinungglu atau ladang adalah tempat sumber pangan masyarakat adat Mentawai. Sebuah kearifan yang selama ini melindungi masyarakat Mentawai dari dampak krisis, bencana, dan pandemi.
Pemerintah berencana melanjutkan pembangunan food estate untuk memperkuat ketahanan pangan bangsa. Namun tanpa kajian yang mendalam dan menyeluruh, para ahli memperingatkan dampak kerusakan lingkungan...
Selama lebih dari dua dekade, Desa Belanti, Kabupate Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan merupakan salah satu pemasok beras terbesar, sebelum desa yang memiiliki ekosistem...
Menanam dari usia dini untuk investasi masa depan adalah pilihan hidup kebanyakan orang. Namun, ada yang menghabiskan separuh hidupnya untuk menanam, hanya untuk menyelamatkan...
Sumber daya alam Indonesia mengalami kerusakan tidak hanya karena perubahan iklim dan aktifitas manusia, namun tindak pidana korupsi pun berperan besar.
Tiga aktivis HAM dan lingkungan hidup di Samarinda dituduh positif Covid-19 oleh Dinas Kesehatan setempat dan diperlakukan dengan cara-cara janggal. Tidak pernah diperlihatkan bukti...
Kementerian Kelautan dan Perikanan menjelaskan rancangan revisi aturan cantrang dalam upaya melegalkan cantrang, meskipun laporan Badan Pusat Statistik tahun 2019 menjelaskan penggunaan cantrang akan...
Pesantren Al-Ittifaq menjadi contoh bagaimana sebuah institusi keagamaan mampu mandiri dalam sektor pangan dengan bertani. Selain mengaji, santrinya juga diajari bercocok tanam. Bahkan, Al-Ittifaq...
Merebaknya pandemi Covid-19 sejak bulan Maret 2020, telah perlahan-lahan mengikis perekonomian masyarakat pada umumnya. Namun, bagi petani jagung lingkungan Papring, Kelurahan Kalipuro, Banyuwangi, Jawa...
Memuat artikel...