Skip to content Skip to navigation Skip to footer

Kategori: Papua

937 artikel
Maret 6, 2014

Indonesia jadi Habitat 17 Persen Hewan Dunia

Sekitar 300.000 binatang liar, atau setara dengan 17 persen hewan dunia diprediksi memiliki habitat alami di Indonesia. Kekayaan ini didukung dengan terdapatnya sejumlah binatang endemik, diantaranya 259 spesies mamalia, 384 jenis burung serta 173 binatang amfibi. Dalam memperingati “World Wildlife Day” tanggal 3 Maret 2014 di Malang, Rosek Nursahid, ketua ProFauna Indonesia mengingatkan agar pemerintah […]

Maret 5, 2014

Emisi di Lahan PT. Kalista Alam Meningkat

Kebakaran yang terjadi di lahan PT. Kalista Alam di Kawasan Suaka Bahong, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya telah mengakibatkan penderitaan terhadap lingkungan di sekitarnya. Hal tersebut disampaikan oleh ahli kebakaran hutan, Bambang Hero Saharjo pada persidangan Pidana perkara 131/Pid.B/2013/PN MBO di Pengadilan Negeri Meulaboh, Selasa (4/3). [Baca selengkapnya di Aceh Terkini]

Maret 5, 2014

Isu Penjualan Gunung Ciremai dan Peliknya Pengembangan Energi Panas Bumi

Isu penjualan Gunung Ciremai oleh pemerintah sebesar Rp 60 triliun kepada Chevron Geothermal Ltd., hanyalah kabar burung belaka. Namun, Chevron mengakui rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (geotermal) di wilayah Gunung Ciremai. Isu ini dinilai memberikan sebuah pelajaran penting tentang betapa rumitnya mengembangkan energi panas bumi di Indonesia. [Tulisan oleh anggota SIEJ Muhammad Agung […]

Maret 4, 2014

Perusahaan Diselidiki atas Kebakaran Hutan di Riau

Polda Riau mencari perusahaan atau pemodal yang diyakini telah mempekerjakan petani dan warga untuk membakar hutan. “Kami sedang mencari pemodal,” kata kepala Brigadir Polisi Riau. Jenderal Condro Kirono mengatakan kepada media pada pertemuan koordinasi di pos komando Mitigasi Bencana Kabut Asap Riau di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin di Pekanbaru, Senin. [Baca selengkapnya di Jakarta Post]

Maret 4, 2014

Ancaman Abrasi di Pesisir Merauke

Intensitas penggalian pasir di Pantai Lampu Satu dan sekitarnya telah mengakibatkan terjadinya abrasi laut. Beberapa pihak kemudian menimpakan kesalahan ini pada masyarakat suku Mbuti, yang sudah sejak lama mendiami pesisir Merauke tersebut. This story also appeared in Tabloid Jubi [Baca selengkapnya di Tabloid Jubi]

Maret 3, 2014

Pertanian Ancaman Utama Lahan Basah

“Pertanian memerlukan lahan, sedangkan perhutanan memerlukan perlindungan,” ujar Dr. Cherryta Yunia, Kepala Subdit Konservasi Lahan Basah Kementerian Kehutanan, Rabu (26/2) di Bogor pada acara Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia yang digelar Wetlands International. Pernyataan itu menggambarkan latar belakang diambilnya tema Hari Lahan Basah Sedunia tahun 2014 yang diperingati setiap  2 Februari, yaitu Lahan Basah dan Pertanian. […]

Maret 3, 2014

Pertanian Ancaman Utama Lahan Basah

“Pertanian memerlukan lahan, sedangkan perhutanan memerlukan perlindungan,” ujar Dr. Cherryta Yunia, Kepala Subdit Konservasi Lahan Basah Kementerian Kehutanan, Rabu (26/2) di Bogor pada acara Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia yang digelar Wetlands International. Pernyataan itu menggambarkan latar belakang diambilnya tema Hari Lahan Basah Sedunia tahun 2014 yang diperingati setiap  2 Februari, yaitu Lahan Basah dan Pertanian. […]

Maret 3, 2014

Pesisir Hakatutobu Tercemar Limbah Tambang

Kerusakan lingkungan  terjadi disepanjang pesisir Desa Hakatotobu, Sulawesi Tenggara, akibat  sedimentasi lumpur merah limbah tambang. Lumpur nampak memerahkan air laut hingga mencemari lokasi budidaya rumput laut milik nelayan setempat. Jarak antara bukit begitu dekat dengan daerah pesisir laut Hakatutobu. Sehingga, apabila dilakukan pembukaan lahan, berdampak langsung ke pesisir laut. [Baca selengkapnya di Suara Kendari]

Februari 28, 2014

Pertambangan Nikel Ancam Nelayan Pomalaa

Daerah pesisir Desa Hakatutobu, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara rusak akibat kiriman lumpur merah dari hasil pembukaan lahan pertambangan orenikel. Nelayan rumput laut dan teripang semakin tidak bisa melakukan budidaya, sumber penghidupan mereka terancam. Unjuk rasa dilakukan oleh masyarakat, namun jaminan dari perusahaan masih dinilai tidak setimpal. [Baca selengkapnya di Suara Kendari]

Memuat artikel...

Memuat artikel...