Krisis air bersih yang tak kunjung selesai di Semarang
Kenaikan permukaan laut, kondisi tanah, eksploitasi air tanah dalam, dan pertumbuhan penduduk jadi faktor krisis air bersih belum juga dapat diatasi.
Kenaikan permukaan laut, kondisi tanah, eksploitasi air tanah dalam, dan pertumbuhan penduduk jadi faktor krisis air bersih belum juga dapat diatasi.
Eksploitasi air tanah dalam yang berlebihan jadi salah satu faktor utama penyebab penurunan permukaan tanah di Semarang, selain kenaikan permukaan laut.
Melalui presidensi G20 tahun ini, Indonesia harus menunjukkan kepemimpinan dalam melakukan aksi iklim dan ambisi yang lebih serius.
Semarang memiliki laju penurunan tanah tertinggi kedua di dunia. Jenis tanah, beban bangunan, dan penggunaan air tanah dalam dikatakan ahli, jadi sumber penyebab utama.
Pilihan terbaik untuk selamat dari krisis energi adalah memanfaatkan energi terbarukan. Namun, transisi energi tersebut bakal menempuh jalan panjang.
Ekonomi hijau adalah istilah besar. Kita sering mendengar ekonomi rendah karbon dan ekonomi sirkular. Dua itulah konteks green economy yang berkaitan dengan tantangan berkelanjutan.
SIEJ melalui Ekuatorial.com membuka pendaftaran beasiswa liputan periode ke-1 2022.
Jika krisis iklim tidak terkendalikan, 12,5 juta anak perempuan putus pendidikan. Di Indonesia, 89% anak muda menyatakan khawatir tentang dampak krisis iklim.
Kondisi air Sungai Batanghari yang keruh dan berlumpur membuat ribuan masyarakat lokal tidak dapat menggunakan air sungai. Air minum yang tercemar lumpur juga menyebabkan gangguan kesehatan terutama pada balita.
Menurut BRIN, Indonesia memiliki potensi besar menghasilkan hidrogen hijau. Namun bahan bakar jenis ini membutuhkan teknologi dan energi besar yang ramah lingkungan.