Posted in

PARA DELEGASI HARUS KEMBALI FOKUS PADA PERSOALAN LEBIH LUAS DARIPADA PERUBAHAN IKLIM

  Konvensi Perubahan Iklim bukan hanya berisi bagaimana upaya mengurangi emisi dari negara maju. Ada banyak persoalan lebih luas daripada perubahan iklim disingging di pasal-pasal Konvensi. Para delegasi harus mengalihkan fokusnya pada persoalan lebih luas daripada perubahan iklim, Yvo deBoer mengingatkan ketika menyampaikan sambutannya di penutupan Forest Day 3, tanggal 13 Desember 2009, di Copenhagen. […]

Posted in

MASYARAKAT ADAT MASIH MEMPERJUANGKAN HAK AZASINYA ATAS HUTAN

  Masyarakat adat dan komunitas lokal di Indonesia masih terus mempejuangkan hak azasinya atas hutan. Sudah lama masyarakat adat Indonesia tidak diakui haknya untuk menentukan hidup sesuai keinginannya dan menentukan haknya atas hutan. Demikian disampaikan oleh Abdon Nababan, Sekretaris Jenderal AMAN (Aliansi Masyarakat Adat Nusantara), dalam diskusi di Forest Day 3, tanggal 13 Desember 2009, […]

Posted in

MENYELAMATKAN HUTAN SEKALIGUS MENGATASI PERUBAHAN IKLIM DAN MELINDUNGI KEHIDUPAN KOMUNITAS LOKAL

  Banyak manfaat dengan menyelamatkan hutan, kata Dr Gro Harlem Brundtland, Duta Khusus Perubahan Iklim PBB, dalam sambutan pembukaan Forest Day 3, tanggal 13 Desember 2009, di Copenhagen, Denmark. “Dengan melindungi dan mengelola hutan lebih baik, emisi karbon global bisa dikurangi dengan nyatan dan cepat, dengan biaya yang masuk di akal, sementara kita melindungi kehidupan […]

Posted in

PACHAURI: HUTAN CONTOH TERBAIK BAGAIMANA MELAKSANAKAN MITIGASI DAN ADAPTASI BERSAMAAN

  Untuk mengatasi perubahan iklim perlu langkah-langkah mitigasi dan juga adaptasi. Kehutanan adalah contoh terbaik bagaimana mitigasi dan adaptasi berjalan bersama-sama. Demikian disampaikan oleh Dr Rajendra Kumar Pachauri, Ketua Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), dalam sambutan pembukaan Forest Day 3, di Kopenhagen, Denmark, tanggal 13 Desember 2009. “Sangat jelas jika kita ingin memenuhi tantangan […]

Posted in

PERAN MASYARAKAT LOKAL PENTING DALAM PENERAPAN REDD

  Dr Elinor Ostrom, dari Indiana University yang juga penerima Novel Ekonomi 2009, menekankan pentingnya pemantauan oleh masyarakat lokal sekitar hutan dalam penerapan REDD (Reduction Emission from Deforestation and Forest Degradation), ketika memberikan pidato kunci saat pembukaan Forest Day 3, tanggal 13 Desember 2009, di Hotel Radisson, Kopenhagen, Denmark.   Berdasarkan penelitian beberapa ahli di […]

Posted in

RIBUAN ORANG IKUTI AKSI DEMONSTRASI GREENPEACE

”Tidak Ada Planet B”   KOPENAGEN (RP) – Untuk mendorong para peserta konvensi perubahan iklim (UNFCCC) COP 15, di Kopenhagen, Denmark, untuk menghasilkan ligally binding (kesepakatan legal) di akhir konvensi, ribuan orang dari sekitar 500 kelompok sosial (LSM) di seluruh dunia melakukan aksi demonstrasi besar-besaran. Kegiatan demonstrasi yang dimulai di depan gedung parlemen Denmark itu […]

Posted in

INDONESIA SENDIRIAN BICARAKAN GAMBUT

Meski gambut disebut-sebut sebagai penyumbang emisi terbesar bila rusak, namun perhatian dunia terhadap kondisi gambut tidak serius. Buktinya Indonesia sendirian bicarakan gambut di COP 15. KOPENHAGEN (RP) – Indonesia merasa sendirian saat memperjuangkan persoalan gambut masuk dalam pembahasan di COP15.   “Kita sudah meminta agar dalam teks negosiasi LULUCF COP 15, dipisahkan definisi peat land […]

Posted in

LSM KHAWATIR HTI DAN KEBUN SAWIT MASUK REDD+

  LSM mengkhawatirkan HTI dan kebun sawit masuk dalam mekanisme REDD+. Namun hal itu dibantah oleh Ketua Kelompok Kerja Alih Guna Lahan dan Kehutanan (LULUCF) Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) Doddy S Sukadri. DNPI Bantah Masuk REDD+ KOPENHAGEN (RP) – Dalam konvensi perubahan iklim (UNFCCC) COP 15 di Kopenhagen Denmark , persoalan Reducing Emission from Deforestation and […]

Posted in

INDONESIA TIDAK TERMASUK NEGARA BERISIKO TINGGI AKIBAT PERUBAHAN IKLIM

  Indonesia tidak termasuk negara berisiko tinggi akibat perubahan iklim dalam periode 1990-2008, berdasarkan Climate Risk Index (CRI) yang dikeluarkan oleh Germanwatch dalam jumpa pers tanggal 9 Desember 2009, di Kopenhagen. Indonesia berada di urutan ke-25. Amerika Serikat berada di urutan 18. Artinya AS lebih berisiko daripada Indonesia.  

Posted in

INDONESIA SERUKAN KESEPAKATAN PENDANAAN

  Negara berkembang dan maju masih terus berdebat tentang kelembagaan pendanaan. Indonesia serukan masing-masing pihak melonggarkan argumennya, agar kesepakatan pendanaan ada. KOPENHAGEN(RP) – Indonesia menyerukan adanya kesepakatan berarti dalam pembahasan pendanaan di COP 15/UNFCCC (Konvensi Perubahan Iklim Sedunia) di Kopenhagen, Denmark, 7-18 Desember ini. Para pihak diharapkan melonggarkan argumen masing-masing pihak. Mengingat kesepakatan pendanaan menjadi hal […]