Warga Kalbar Gugat Negara Atas Bencana Karhutla yang Terus Berulang
Ketika udara tak lagi layak dihirup dan negara dinilai alpa dalam melindungi warganya, sekelompok masyarakat sipil memilih jalur meja hijau.
Arsip topik
Kumpulan liputan, analisis, dan pembaruan terbaru dalam topik ini. Gunakan arsip ini untuk menelusuri konteks editorial secara berurutan.
Ketika udara tak lagi layak dihirup dan negara dinilai alpa dalam melindungi warganya, sekelompok masyarakat sipil memilih jalur meja hijau.
Lebih dari 37,9 juta jiwa di Indonesia kini terkurung dalam krisis mematikan akibat kebakaran hutan dan lahan gambut (karhutla).
Efek domino ini dimulai ketika nyala api melahap area perkebunan, hutan sekunder, hingga hutan primer yang menjadi benteng terakhir bagi biodiversitas Indonesia.
Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) IPB University mengembangkan sistem pemantauan kualitas udara dampak karhutla berbasis data satelit secara near-real time (NRT).
Hingga penghujung Agustus, laju api telah melahap tak kurang dari 15 hektare lahan gambut di Desa Medan Mas, Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Menurut Greenpeace, penanganan dibakarnya hutan Kalimantan tidak bisa diselesaikan dengan janji-janji diplomasi manis, sementara asap sudah terlanjur membumbung tinggi. Harus ada komitmen hukum yang...
Di tengah ancaman hilangnya tutupan hijau dan kabut asap yang mencekik, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) kini membidik 42 perusahaan di Sumatera dan Kalimantan. Tidak...
Bagi orangutan yang mengandalkan kepekaan insting dan kelancaran sirkulasi udara di hutan tropis, asap pekat adalah teror yang mematikan.
Tiga individu orangutan bernama Mamak Yuni, Pura, dan Yuni, terpaksa meninggalkan rumah di dalam hutan setelah kobaran api dan gelombang panas ekstrem menghancurkan ruang...
Memuat artikel...